::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peran Strategis Khutbah Harus Mampu Jawab Perubahan Zaman

Sabtu, 13 April 2019 21:00 Nasional

Bagikan

Peran Strategis Khutbah Harus Mampu Jawab Perubahan Zaman
H Mastuki

Bandarlampung, NU Online

Sekretaris Umum Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia H Mastuki menjelaskan bahwa khatib memiliki peran strategis dalam mewarnai pemahaman keagamaan umat Islam. Khutbah saat ini menjadi salah satu sumber utama umat Islam dalam memperkuat keimanan sekaligus menambah wawasan keilmuan agama.

"Khatib punya peran strategis. Nomenklaturnya saja sudah spesifik. Khatib memiliki fungsi yang jelas yaitu menyampaikan khutbah di masjid," katanya di depan peserta Rakerwil IK DMI Provinsi Lampung di Bandarlampung, Sabtu (13/4).

Mastuki menambahkan, kebutuhan jumlah khatib saat ini luar biasa di tengah menjamurnya pergeseran pola keagamaan khususnya di daerah perkotaan. Perkembangan dan dinamika umat serta masyarakat akibat informasi dan teknologi harus diikuti oleh kemampuan khatib dalam memaksimalkan momen khutbah.

"Khutbah sekarang bukan sekedar khutbah. Khatib harus mampu menjawab perubahan yang terjadi di masyarakat. Saat ini tidak semua orang bisa menjadi khatib namun faktanya banyak fenomena orang tidak layak jadi khatib," ungkapnya.

Inilah yang menurutnya menjadi tantangan IK DMI untuk meningkatkan kualitas khatib sekaligus mampu memenuhi kebutuhan khatib yang luar biasa di masjid-masjid yang ada di tengah masyarakat.

Ditambah lagi saat ini ungkapnya, sudah ada kegiatan shalat jum'at yang tidak dilaksanakan di masjid. Semisal di mall dan perkantoran yang menyulap tempat parkir menjadi lokasi shalat Jum'at.

Hal ini juga yang menjadikan data masjid, mushala dan tempat kegiatan shalat Jum'at di Indonesia tidak bisa didata dengan pasti. Karena saat ini definisi masjid juga sudah mulai terjadi pergeseran.

"Yang tahu jumlah pastinya hanya Allah SWT," kata pria yang juga Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Agama Pusat ini disambut senyum para peserta.

Berdasarkan data yang sudah masuk ke Aplikasi Simas Kementerian Agama, jumlah masjid dan mushala yang sudah terdata dan terverifikasi sebanyak 511.899 buah. Untuk masjid sendiri berjumlah 223.823 buah dan sisanya merupakan mushala.

Pemberdayaan masjid yang menyelenggarakan shalat Jum'at inilah yang menjadi lahan IK DMI dalam ikut serta meningkatkan kualitas khatib melalui berbagai langkah di antaranya dengan pendidikan sertifikasi khatib.

"IK DMI akan terus memperkuat khatib dengan materi moderasi dalam beragama," pungkas pria yang pernah menjadi Direktur Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta. (Muhammad Faizin)