::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pemilu 2019, PBNU: Gunakan Hak Pilih dengan Nalar dan Naluri

Senin, 15 April 2019 18:07 Nasional

Bagikan

Pemilu 2019, PBNU: Gunakan Hak Pilih dengan Nalar dan Naluri
Jakarta, NU Online
Menjelang pemungutan suara pemilihan umum pada 17 April 2019, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan sejumlah imbauan. Di antara poin imbauan tersebut ialah, PBNU mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan nalar dan naluri.

Untuk menggunakan hak pilih dengan nalar dan naluri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerangkan bahwa ukuran subjek yang dipilih, baik calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif ialah shiddiq (jujur), tablīgh (menyampaikan pesan positif, pesan kebaikan, pesan menggembirakan), amânah (amanah), dan fathânah (cerdas).

“Gunakan hak pilih dengan nalar dan nurani untuk memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon-calon wakil rakyat (DPD/DPR/DPRD) yang memenuhi kriteria profetik shiddiq, tablīgh, amânah, dan fathânah,” ujar Kiai Said, Senin (15/4) dalam konferensi pers menjelang pemilu 2019 di Kantor PBNU Jakarta Pusat.

Kiai Said mengajak peran serta seluruh warga negara menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur dan adil dengan menggunakan hak pilihnya dalam mekanisme demokrasi lima tahunan.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menegaskan bahwa pemilu yang jurdil adalah wasīlah (perantara) untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.

“Karena itu, kepada seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat, Nahdlatul Ulama mengimbau agar tidak golput,” ucap Kiai Said. (Fathoni)