::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelajar Harus Kuasai tentang Koprotokoleran

Rabu, 17 April 2019 15:00 Daerah

Bagikan

Pelajar Harus Kuasai tentang Koprotokoleran
peserta pelatihan MC, MA Syiar Islam Maibit, Tuban
Tuban, NU Online
Dalam rangka mempersiapkan siswa yang mempunyai life skill yang dibutuhkan masyarakat dan lulusan yang andal, Madrasah Aliyah (MA) Syiar Islam Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengadakan diklat Master of Ceremoni (MC). 

"Dalam acara diklat MC ini, puluhan peserta nampak antusias mendengar pemaparan materi yang meliputi pengenalan MC, vokal, gestur," kata panitia pelaksana Rinwanto, Selasa (16/04).

Menurut Rinwanto tujuan di adakan diklat MC adalah karena melihat pentingnya seorang MC di tengah masyarakat. Saat ini MC sangat dibutuhkan dalam berbagai acara, baik di sekolah ataupun di masyarakat. Oleh karenanya, sebagai generasi muda siswa-siswi MA Syiar Islam harus bisa menguasai hal ini. 

Narasumber yang hadir pada acara tersebut adalah narasumber yang kompeten di bidangnya seperti Pembina Teater Gedhang Isomuddin dan Sastrawan Didik. "Diklat MC ini difasilitasi oleh beberapa alumni sebagai wujud kepedulian dan kecintaan terhadap almamater," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelatihan MC yang digelar ini untuk melatih siswa memahami tata cara keprotokoleran yang  diikuti oleh peserta dari siswa-siswi yang dianggap sudah bisa dalam hal MC. Sehingga peserta diberikan tugas membuat teks MC dan praktik lalu di dokumentasikan dengan video untuk bahan evaluasi.

"Dalam pelatian MC kali ini sistem pelatihan yang kita buat yaitu berkesinambungan. Pemateri sudah siap mendampingi para peserta, nanti akan dikoreksi oleh pemateri lewat grup WhatsApp comunitas diklat MC, bukan hanya berhenti di situ akan tetapi juga di agendakan pelatian rutin sampai bisa," tambahnya.

Rinwanto menyebutkan, setelah para peserta memahami kaidah MC dan sudah rutin dalam berlatih. Maka para peserta pelatihan ini rencananya akan diturunkan ke sekolah-sekolah sekitar untuk menjadi MC dalam berbagai kegiatan.

"Kita kirim juga dalam kegiatan masyarakat sebagai sarana latihan mental," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz