::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alasan Nabi Muhammad Menghindari Makanan yang Berbau Menyengat

Kamis, 18 April 2019 17:00 Sirah Nabawiyah

Bagikan

Alasan Nabi Muhammad Menghindari Makanan yang Berbau Menyengat
Ilustrasi (openrice.com)
Nabi Muhammad saw. adalah tipikal orang yang selalu menjaga kebersihan dan kesegaran mulut. Salah satu caranya adalah dengan menyikat giginya dengan siwak setiap saat, terutama sebelum dan setelah makan dan juga sebelum menunaikan shalat. Ke manapun Nabi Muhammad saw. pergi, siwak tak pernah ketinggalan. 

Di samping itu, untuk menjaga kesegaran dan kewangian mulutnya, Nabi Muhammad saw. juga menghindari beberapa makanan yang memiliki bau menyengat. Meskipun makanan tersebut halal, namun Nabi Muhammad saw. enggan untuk memakannya. 

Ada sebuah kisah terkait dengan hal ini. Pada masa-masa awal tiba Madinah, Nabi Muhammad saw. tinggal di rumah Abu Ayyub al-Anshari. Nabi Muhammad saw. tinggal di rumah Abu Ayyub selama tujuh bulan. Pada saat itu banyak sahabat yang mengirim makanan untuk Nabi Muhammad saw. Beliau hanya memakan secukupnya, selebihnya diberikan kepada sahabat lainnya yang memerlukan.

Suatu ketika giliran Abu Ayyub al-Anshari mengirim semangkuk makanan untuk Nabi Muhammad saw. Semula baik-baik saja. Nabi Muhammad saw. menerima makanan dari sahabatnya itu. Namun selang beberapa saat semangkuk makanan dari Abu Ayyub al-Anshari itu dikembalikan tanpa disentuh Nabi Muhammad saw. sedikit pun. 

Keadaan ini tentu saja membuat Abu Ayyub al-Anshari bertanya-tanya. Mengapa makanannya dikembalikan Nabi Muhammad saw. tanpa disentuh sedikit pun? Apa yang salah dengan makanannya? Apakah masakannya tidak enak? 

Selang beberapa waktu, Abu Ayyub al-Anshari memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Nabi Muhammad saw. perihal persoalan makanan tersebut. Nabi Muhammad saw. menjawab, dirinya tidak membenci makanan yang dikirimkan Abu Ayyub tersebut. Nabi juga menegaskan kalau dirinya tidak ada masalah dengan Abu Ayyub al-Anshari, selaku tuan rumah.

Lantas apa yang menyebabkan Nabi Muhammad saw. tidak bersedia memakan masakan yang dikirimkan Abu Ayyub al-Anshari tersebut, barang sedikitpun? Tidak pula menyentuhnya. 

Rupanya Nabi Muhammad saw. menghindari masakan tersebut karena ada bau bawang dalam makanan itu. Nabi Muhammad saw. tidak mau memakannya karena khawatir akan menimbulkan bau mulut yang kurang sedap. Meski demikian, Nabi Muhammad saw. mempersilahkan para sahabatnya untuk memakan masakan yang menyengat, selagi mereka doyan kerena itu tidaklah haram.

“Aku mencium bawang pada makanan itu. Karena statusku penerima wahyu, aku khawatir (bau itu) akan mengganggu penjaga wahyu. Kalau kalian, makanlah,” kata Nabi Muhammad saw. kepada Abu Ayyub al-Anshari dalam Thabaqat Ibn Sa’d, seperti direkam dalam buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Nabi (Nizar Abazhah, 2018).

Itulah alasan Nabi Muhammad saw. menghindari makanan dengan bau yang menyengat. Tidak lain itu berhubungan dengan tugasnya sebagai seorang nabi dan rasul. Beliau khawatir jika memakan makanan dengan bau yang menyengat akan mengganggu tugasnya sebagai penyampai wahyu Allah. (A Muchlishon Rochmat)