::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PEMILU 2019

PBNU: Semua Pihak agar Berbesar Hati Menerima Hasil Pemilu

Jumat, 19 April 2019 15:30 Nasional

Bagikan

PBNU: Semua Pihak agar Berbesar Hati Menerima Hasil Pemilu
Jakarta, NU Online
Pemilihan Umum di Indonesia telah berjalan sesuai konstitusi. Perangkat-perangkat negara juga telah disediakan apabila ada sengketa maupun gugatan. Karena telah berjalan sesuai konstitusi, semua pihak harus menerima hasil pemilu dengan besar hati atau legowo. 

"Kami mohon semuanya, agar menerima dengan besar hati, menerima dengan dewasa apapun hasilnya nanti dari pemilihan yang baru saja kita laksanakan," ucap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jumat (19/4) saat berada di Surabaya, Jawa Timur. 

Sikap kedewasaan para masyarakat, termasuk warga NU, dalam menyikapi hasil pemilu nanti, imbuhnya, membuktikan bahwa Islam bisa bersanding dengan demokrasi secara harmonis di Indonesia. 

"Dunia internasional memandang kita sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam dan berdemokrasi. Islam dan demokrasi ternyata tidak bertentangan. Justru saling memperkuat. Islam bisa diperkuat dengan demokrasi. Demokrasi bisa berjalan dengan nilai-nilai Islam yang universal," urai Guru Besar Ilmu Tasawuf itu.

Kiai Said juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjamin kelancaran Pemilu 2019 sehingga pesta demokrasi berjalan aman, damai, dan bisa menghasilkan keadilan dan kejujuran. 

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pemilu baik pilpres maupun pileg dengan aman, damai, adil, jujur sehingga akan menghasilkan apa yang kita cita-citakan bersama," tandas Kiai Said.

Sebelumnya, Kiai Said juga mengimbau agar tidak memprovokasi rakyat dengan berita hoaks dan ujaran kebencian. Menurutnya, jika merasa keberatan terhadap hasil pemilu, maka menggunakan prosedur dan mekanisme konstitusional yang tersedia, sebagaimana ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Pemilu adalah ‘pesta’ demokrasi yang selayaknya dirayakan dengan damai dan tetap menjaga semangat persaudaraan, bukan permusuhan,” pungkasnya. (Fathoni)