::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU: Presiden Terpilih Diharapkan Dapat Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia

Sabtu, 20 April 2019 03:00 Nasional

Bagikan

PBNU: Presiden Terpilih Diharapkan Dapat Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berharap, presiden dan wakil presiden yang terpilih dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

“Saya berharap, siapa pun nanti presiden dan wakil presiden yang terpilih dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia,” kata Ketua PBNU Bidang Ekonomi H Eman Suryaman di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Menurut Eman, agar perekonomian Indonesia mampu berdaya saing, maka kebijakan pemerintah harus berpijak kepada ekonomi kecil, menengah, dan atas. Ia mengatakan, pemerintah harus bersinergi dan mewadahi ketiganya.

"Kalau ketiganya dapat diwadahi dan bersinergi, maka ekonomi Indonesia akan maju, ketika ekonominya maju, kesejahteraan masyarakat secara otomatis dapat tercapai,” ucapnya.

Namun demikian, ia mempunyai catatan yang tidak boleh diabaikan pemerintah, yakni menciptakan keamanan dan kedamaian di dalam negeri.

“Kesejahteraan itu dapat terwujud apabila terciptanya kedamaian dan kesejukan di Indonesia. Jadi, pemerintah harus berusaha menciptakan keamanan dan kedamaian itu,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Indonesia bahkan masuk ke dalam kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia, G20.

Negara G20 adalah negara yang terdiri atas 19 negara dengan perekonomian besar dan ditambah dengan Uni Eropa. Tujuan utama G20 adalah menghimpun para pemimpin negara ekonomi maju dan berkembang utama dunia untuk mengatasi tantangan ekonomi global.

“Walau pun sudah masuk G20, perekonomian Indonesia mesti terus ditingkatkan,” ucapnya.

Ia meyakini perekonomian Indonesia bisa terus meningkat karena secara geografis, letak Indonesia menguntungkan, yakni Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu di antara Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia  dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia, dan terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia.

Selain geografis, sambungnya, kekayaan alam dan jumlah penduduknya yang banyak juga menjadi faktor penting. Menurutnya, jika ketiga hal tersebut dapat dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia maju dan menjadi macan Asia. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)