::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU: Bangsa Indonesia Seharusnya Bersyukur Pemilu Berjalan Damai

Sabtu, 20 April 2019 16:46 Nasional

Bagikan

PBNU: Bangsa Indonesia Seharusnya Bersyukur Pemilu Berjalan Damai
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan pesta demokrasi pemilihan umum pada 17 April 2019 dengan damai dan lancar. Dengan demikian seharusnya bangsa Indonesia bersyukur kepada Allah.

“Saya mengucapkan apresiasi, terima kasih yang setinggi-tingginya, kepada penyelenggara pemilu,”kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Sabtu (20/4).

Lembaga penyelenggara pemilu tersebut, ialah Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Menurut Kiai Said, ketiga lembaga tersebut telah bekerja keras dalam mensukseskan jalannya pemilu dan menjalankan amanatnya dengan baik.

“Kita beri apresiasi dan kepercayaan penuh kepada KPU yang saya anggap kredibel dan telah menjalankan amanatnya dengan baik. Yang kedua, kepada Bawaslu yang telah menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya, dan tidak lupa kepada DKPP,” ucapnya.

Tak ketinggalan, Kiai Said juga menyampaikan terima kasihnya kepada aparat keamanan, yakni TNI dan Polri yang berhasil mengamankan pemilu dengan baik sehingga tidak terjadi tindak kekerasan.

“Kami ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri dan TNI,” ucapnya.

Secara khusus, ia turut berduka atas meninggalnya sejumlah personel Polri yang gugur di sela-sela menjalankan tugasnya menjaga pemilu. Ia mendoakan agar Allah mengampuni segala kesalahannya dan menerima amal ibadahnya.

“Dengan doa semoga Allah menerima arwahnya, amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf dan segala salahnya. Mereka gugur, syahid dalam menjalankan tugas yang sangat mulia dan cukup berat,” jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)