::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cara Terhindar dari Merasa Paling Baik Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Ahad, 21 April 2019 20:00 Daerah

Bagikan

Cara Terhindar dari Merasa Paling Baik Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani
Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Dalam Kitab Nashaih al-‘Ibad, Syekh Abdul Qadir Jailani mengajarkan kepada kita bagaimana agar terhindar dari sikap dan sifat sombong serta merasa paling baik dan paling benar. Sifat sombong merupakan kunci pembuka setan masuk ke dalam hati dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Cara terhindar dari merasa diri paling baik ini dijelaskan KH Lukman Hakim Hamid (Gus Lukman), Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Jakarta saat memberi mauidzah hasanah pada acara Khatmil Kutub Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pardasuka, Pringsewu, Lampung, Ahad (21/4).

“Ketika kita bertemu orang lain maka pastikan kita berkata bahwa orang ini lebih baik dari pada kita. Katakanlah pada diri kita, bisa jadi orang ini lebih baik di sisi Allah SWT dari pada kita dan dia lebih tinggi derajatnya," kata Alumni Pesantren Al Falah Ploso, Kediri Jawa Timur ini.

Jika pun orang lain itu adalah anak kecil, maka katakan dalam diri kita bahwa ia lebih baik dari kita karena ia belum bermaksiat kepada Allah SWT. Sedangkan kita sudah banyak bermaksiat kepada-Nya.

“Jika yang kita temui adalah orang yang sudah tua, maka katakan bahwa orang ini sudah beribadah lebih banyak kepada Allah SWT dari pada kita," lanjutnya.

Jika yang kita temui adalah orang yang punya ilmu, lanjutnya, maka katakan pada diri sendiri bahwa orang ini sudah mendapat apa yang belum kita dapatkan dan telah mengetahui apa yang belum kita tahu. Secara otomatis dia mampu beramal dengan menggunakan ilmunya lebih banyak dari kita.

“Jika kita bertemu dengan orang kurang ilmunya, maka katakan pada diri kita bahwa orang ini bermaksiat kepada Allah SWT karena ketidaktahuannya. Sedang kita sering bermaksiat padahal sudah tahu," lanjutnya.

Bertemu dengan orang kafir pun kita tidak boleh membanggakan amal ibadah kita. Kita tidak boleh menganggap diri kita lah yang paling baik.

“Jika yang kita temui adalah orang kafir, maka katakan bahwa kita tidak tahu di kemudian hari dia akan masuk Islam dan meninggal dengan sebaik-baiknya amal dengan khusnul khatimah. Sedangkan kita bisa saja menjadi kafir dan mati dalam su'ul khatimah," katanya. Naudzubillah min dzalik. (Muhammad Faizin)