::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Aku, Kamu, dan Kereta

Senin, 22 April 2019 04:34 Cerpen

Bagikan

Aku, Kamu, dan Kereta
Larangan Menyakiti Keturunan Rasulallah 







Jombang, NU Online - Wakil Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH M Soleh menjelaskan pesan Rasulullah Muhammad SAW tentang golongan yang dilaknat oleh Allah, Rasulallah dan para nabi.



Diantara golongan itu adalah orang yang menyakiti keturunan Rasulullah SAW. Baik keturunan biologis. Maupun keturunan ideologis yakni para ulama yang mewarisi ilmu nabi.



"Keturunanku seperti perahunya Nabi Nuh. Siapa yang naik kedalamnya akan selamat," katanya saat mengisi lailatul ijtima pengajian rutin ranting NU Candimulyo di Musala Al-Kautsar, Jombang, Jawa Timur, Ahad (21/4).



Kiai Soleh mengajak seluruh umat Islam menghormati keturunan para nabi. Seperti apapun kondisi mereka dan tetap tidak mencaci maki keturunan Nabi Muhammad SAW. "Misalnya ada sikap mereka yang kita tidak cocok, jangan sampai mencaci maki apalagi menyakitinya," tegas Kiai Soleh.



Kiai Soleh lalu menceritakan suatu peristiwa zaman dahulu dimana ada seorang perempuan keturunan Nabi Muhammad yang miskin dan saat itu anak-anaknya sedang kelaparan. Syarifah ini lantas mendatangi seseorang yang kaya lantas menyampaikan kebutuhannya.



Namun Orang kaya itu tidak mau memberi. Ia justru mempertanyakan bukti bahwa syarifah tersebut keturunan Rasulullah. Malamnya, orang itu mimpi dunia sudah kiamat. Ia panik mencari perlindungan. Hingga ketemu Rasulullah dan minta perlindungannya. Namun nabi bilang, dia hanya mau melindungi umatnya. 



"Orang itupun bilang, saya ini umat jenengan. Nabi balik bertanya, apa buktinya?. Orang itu pun terbangun dan menyesali perbuatannya. Lantas mencari syarifah tadi dan membantunya," bebernya.





Dikatakanya, di Nahdlatul Ulama banyak habib yang masuk struktur organisasi. Di PCNU Jombang juga ada habib. Diantaranya, Habib Muhammad Al-Jufri dan Habib Muhammad bin Salim Assegaf. Keduanya Wakil Rais syuriah.



Selain itu, para kiai di NU banyak juga yang nasabnya menyambung ke Rasulallah namun tidak koar-koar. "Kiai-kiai banyak yang habib tapi tidak diomong-omong," tegasnya



Agar tidak terjerumus pada menyakiti nabi dan keturunannya, Kiai Soleh mengingatkan untuk banyak bersalawat. Hal ini sesuai isi kandungan Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56.



"Pada  Surat Al-Ahzab ayat 57 Allah menyebutkan golongan yang menyakiti Allah dan Rasulallah, sehingga dilaknat oleh Allah di dunia dan akhirat," tandas Kiai Soleh.