::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Wagub Jateng: Pesantren Lembaga Pendidikan Strategis

Rabu, 24 April 2019 00:00 Daerah

Bagikan

Wagub Jateng: Pesantren Lembaga Pendidikan Strategis
Sekretaris Kesbangpol Jateng, Suwondo
Pekalongan, NU Online
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, H Taj Yasin Maemoen mengatakan, pesantren sebagai sebuah institusi pendidikan berbasis agama, memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk dan melahirkan generasi penerus bangsa yang akhlakul karimah sebagai daya dukung percepatan pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jateng dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Kesbangpol Jawa Tengah, Suwondo pada acara Halaqah Kebangsaan yang dihelat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Senin (22/4).

"Kita akui pesantren merupakan basis pembelajaran dan pengaplikasian agama Islam yang rahmatan lil alamin, yaitu agama Islam yang membawa rahmat tidak hanya bagi umat Islam, akan tetapi juga bagi siapapun makhluk yang ada di muka bumi ini," jelasnya.

Dikatakan, pesantren juga menjadi motor penggerak dan penyebar perdamaian, ramah, dan toleran. Jika ketiganya bisa dipelihara dengan baik, tentu pembangunan bangsa akan semakin cepat dan lancar.

Dijelaskan, saat ini jumlah pesantren di Indonesia ada 25.958 unit dengan jumlah santri sebanyak 3.962.700. Dari jumlah tersebut, 82 % ada di Pulau Jawa dan Jawa Tengah menempati urutan ketiga sebagai propinsi dengan jumlah pesantren terbanyak. "Jumlah ini tentu tidak sedikit, karena saat ini jumlahnya terus mengalami kenaikan," tandasnya.

Wagub Jateng berharap, pesantren tidak hanya mampu melahirkan SDM yang memiliki karakter, moral, dan punya bekal agama saja, akan tetapi juga berkualitas dengan memiliki bekal keilmuan yang dapat digunakan sebagai modal dalam hidup atau life skill.

"Untuk itu, perlu kiranya di Jawa Tengah berdiri pesantren vokasi yang bertujuan untuk pendalaman kurikulum agar menciptakan link and match (keterkaitan dan kesepadanan) hal ini untuk mendorong agar pesantren tidak semata-mata hanya fokus pada pembelajaran agama saja, akan tetapi pesantren juga bisa melahirkan tenaga kerja siap pakai," jelasnya.

Dengan pendidikan vokasi pesantren ini, lanjutnya, diharapkan para santri di samping memiliki bekal ilmu agama yang cukup, juga memiliki jiwa enterpreneur dalam pendidikan tertentu seperti teknik maupun mekanik.

Kegiatan Halaqah Kebangsaan selain dihadiri KH Abdul Ghofur Maemoen dan utusan Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maemoen, juga Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota Pekalongan, jajaran pengurus cabang NU, badan otonom, lembaga NU Kota Pekalongan, jajaran pengurus MWC dan Ranting NU se-Kota Pekalongan serta guru-guru Madrasah Diniyah.

Sebelum halaqah dimulai, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah melantik PC ISNU Kota Pekalongan masa khidmat 2019-2024. (Muiz)