::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tokoh Lokal Harus Dinginkan Suasana

Rabu, 24 April 2019 16:00 Nasional

Bagikan

Tokoh Lokal Harus Dinginkan Suasana
H Badri Hamidi (berbaju putih) bersama Wakil Ketua PCNU Jember, HM Misbahus Salam

Jember, NU Online
Kiai dan tokoh lokal diharap ikut menciptakan kesejukan di tengah memanasnya suhu politik akibat terjadinya saling klaim kemenangan antara dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Sebab jika tokoh lokal ikut-ikutan terpancing untuk larut dalam arus klaim, maka masyarakat pun bisa ikut terpancing.

“Karena itu, perlu digagas pertemuan tokoh lokal yang melibatkan dua kubu guna menjaga kondusifitas yang selama ini terjadi,” tukas Wakil Ketua Lembaga Nahdlatul Ulama-PBNU, H Badri Hamidi kepada NU Online di sela-sela sebuah acara di Bangsalsari, Jember, Selasa (23/4).

Menurut H Badri,  konflik dan suasana panas di tingkat elit politik, tak perlu ditularkan ke daerah, dan daerah tidak usah terpancing untuk ikut-ikutan gegabah menyikapi klaim yang ada. Sebab jika tokoh daerah ikut larut dalam klaim itu, maka sangat berbahaya jika tahu kelak jagoanya ternyata tidak lolos.

“KPUD pasti jadi sasaran, dan ancaman konflik horisontal sangat mungkin terjadi,” lanjutnya.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu menambahkan, sejatinya masyarakat ‘tidak peduli’ dengan hasil hitung cepat atau klaim kemenangan pihak tertentu. Setelah nyoblos, mereka fokus dengan agenda rutin sehari-hari.

“Yang ribut ini ‘kan para elitnya. Setahu saya, masyarakat di Jember dan tapal kuda, aman-aman saja. Tidak ada apa-apa. Tapi kalau terus diprovokasi dengan narasi-narasi yang tidak benar,  tidak ada jaminan mereka tidak terpancing,” ujarnya sambil mengimbau agar masyarakat percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam penghitungan suara Pilpres maupun pemilihan calon anggota legislatif. (Aryudi AR)