::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua MUI Lampung: Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia

Rabu, 24 April 2019 19:30 Daerah

Bagikan

Ketua MUI Lampung: Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia
KH Khairuddin Tahmid, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung
Pringsewu, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengajak segenap elemen bangsa Indonesia untuk kembali bersatu fokus membangun Indonesia usai pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu.

Siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang menjadi pemenang dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggaran Pemilu nanti harus didukung bersama. Perbedaan pilihan saat Pilpres tidak boleh diteruskan. Yang ada hanyalah persatuan dan kesatuan membangun bangsa.

"Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia," tegasnya saat hadir pada Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Se-Kabupaten Pringsewu periode 2019-2024 dan Rapat Kerja MUI Kabupaten Pringsewu Tahun 2019 di aula Kantor Bupati Pringsewu, Rabu (24/4).

Ia mengajak segenap elemen masyarakat untuk berdoa dan tawakal agar pemimpin yang terpilih pada pemilu tahun ini bisa menjalankan tugasnya dengan penuh amanah dan adil demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan lebih baik lagi.

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini, yang harus dipahami adalah bagaimana bisa memupuk rasa persaudaraan, baik antar kelompok, suku ataupun saudara seiman dan sebangsa agar tercipta kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, yang memperoleh ridla dan ampunan Allah SWT.

"Kita tentu mendambakan baldatun thayibatun wa rabbun ghafur dan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah) dan juga kejayaan Islam dan kaum muslimin, izzul Islam wal muslimin dalam wadah NKRI," ingatnya.

Untuk mencapai tujuan dan harapan ini lanjutnya, perlu ikhtiar-ikhtiar seperti menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan (qudwah hasanah).

"Seluruh ormas Islam harus melaksanakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar dalam mengembangkan akhlakul karimah agar terwujud masyarakat berkualitas dalam berbagai aspek kehidupan, dan mengembangkan ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah dan Insaniyah dan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam diseluruh NKRI," ajaknya. (Muhammad Faizin)