::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Niat Pengaruhi Catatan Amal Seseorang di Mata Allah

Kamis, 25 April 2019 07:00 Nasional

Bagikan

Niat Pengaruhi Catatan Amal Seseorang di Mata Allah
Jakarta, NU Online
Ketua Muslimat NU Sri Mulyati menegaskan bahwa niat seseorang dalam melakukan sesuatu berpengaruh pada catatan amal di mata Allah SWT. Menurutnya hal tersebut menjadi penekanan pertama pada kitab yang biasa dikaji di pesantren, Ta'limul Muta'alim karya Syekh Az-Zarnuji pada bagian awal.

"Berapa banyak amal yang kelihatannya urusan dunia tapi dinilai oleh Allah sebagai urusan akhirat karena niatnya baik, karena niatnya tulus," katanya pada ceramah di tasyakuran peringatan hari lahir (harlah) Fatayat NU di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (24/4).  

Namun, lanjut, sebaliknya berapa banyak urusan akhirat, tapi dicatat oleh Allah sebagai urusan dunia belaka. Hal itu tiada lain karena niatnya jelek.

Karena itulah, menurut dia, siapa pun yang akan menjadi pengurus NU dan badan-badan otonomnya harus menata niat terlebih dahulu. Kalau niatnya baik, tulus akan mendapat keberkahan.

"Keberkahan itu apa?" tanyanya, "nilai tambah yang tak bisa dirupiahkan. Ini yang harus diyakini. Insyaallah dapat maslahat,
manfaat karena faktor utamanya keikhlasan, karena itu yang diajarkan seperti di pesantren-pesantren," jelasnya. 

Ia menambahkan, menjadi pengurus NU dan banom-banomnya selain menata niat yang baik dan benar juga harus dipenuhi kecintaan kepada agama Allah. Jika seperti itu, akan mendapatkan pertolongan dari Allah dalam masalah apa pun. 

"Jalankan garis komando NU dalam cara bicara, berpikir, mengambil keputusan, akhlak, karena NU berdasarkan Al-Qur'an, hadits, ijma, dan qiyas," tegasnya.

Hadir Ketua Umum Fatayat NU 2000-2005 dan 2005-2010 Hj Maria Ulfah Anshor, Ketua 1 PP Muslimat NU Hj Sri Mulyati, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Komunitas Wanita Hindu Darma Indonesia (WHDI) Ahmadiyah, Kopri PB PMII, dan PP IPPNU. Masing-masing dari organisasi tersebut menyampaikan testimoni atas peran Fatayat NU. (Abdullah Alawi)