::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Usulkan Jokowi dan Prabowo Bertemu untuk Turunkan Ketegangan

Kamis, 25 April 2019 05:00 Nasional

Bagikan

GP Ansor Usulkan Jokowi dan Prabowo Bertemu untuk Turunkan Ketegangan
Jakarta, NU Online
Pemilihan umum serentak, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden, berdampak pada pembentukan polarisasi yang kuat di masyarakat. Khusus untuk pilpres, perkubuan politik yang mengarah pada relasi tidak sehat terjadi antarpendukung.

Melihat kenyataan tersebut, berbagai pihak menganggap perlunya pertemuan antara calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk menurunkan ketegangan yang terjadi di masyarakat. Salah satu yang menganggap perlu tersebut datang dari PP GP Ansor. 

“Saya kira perlu lah,” kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Adung Adung Abdul Rahman di Gedung PP GP Ansor Jakarta Pusat, Rabu (24/4) malam.

Namun menurut Adung, kondisi saat ini belum memungkinkan untuk  dua pasangan calon presiden dan wakil presiden bertemu karena masing-masing pihak sedang berupaya menjaga suaranya, hingga nanti ditetapkan Komisi Pemilihan Umum. Ia berharap, siapa pun yang menang tidak sombong dan yang kalah dapat menerima dengan lapang dada.

“Saya kira saat itu yang menang tidak boleh merasa sombong, yang kalah juga tidak perlu dihina-hina, legowo dan bisa kembali bersilaturahim demi kemajuan bangsa kita dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Adung mengatakan bahwa upaya rekonsiliasi di beberapa daerah, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah telah dilakukan oleh kiai-kiai NU, termasuk Ansor dengan melakukan silaturahmi para kiai, umat pendukung atau simpatisan pasangan calon, dan pengurus dari partai-partai politik untuk kembali bersatu dan menerima hasil pemilu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk bertemu Prabowo Subianto. Namun, pertemuan belum terjadi karena alasan teknis, yakni Prabowo kurang sehat. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)