::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Waspadai Meningkatnya Hoaks di Medsos Pascapilpres

Kamis, 25 April 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Waspadai Meningkatnya Hoaks di Medsos Pascapilpres
KH Sholeh Bajuri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung
Lampung Selatan, NU Online
Meningkatnya frekwensi hoaks khususnya di media sosial pascapemilu dan pilpres 17 April 2019 perlu diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat. Keberadaan berita yang tidak jelas terkait hasil pemilu yang dihembuskan kelompok tidak bertanggungjawab jangan sampai mencabik-cabik persatuan dan kesatuan bangsa.

Saat mendapat berita tentang hasil Pilpres misalnya, masyarakat harus melakukan klarifikasi keabsahannya. Sebab banyak akun-akun media sosial yang mengupload rekapitulasi C1 (hasil Pemilu) yang tidak jelas sumbernya dan mempengaruhi opini masyarakat.

"Saring setiap berita. Selalu kedepankan klarifikasi dan tabayun sebelum membagi berita terkait Pilpres dan Pileg," saran Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Sholeh Bajuri, Rabu (24/4).

Ia mengingatkan masyarakat untuk mempercayakan tahapan Pemilu termasuk hasil rekapitulasinya kepada lembaga yang diberi kewenangan untuk hal itu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak dengan gampang menghakimi sendiri dengan tuduhan curang dan sebagainya kepada KPU yang sudah melaksanakan tugasnya dengan susah payah.

Menuduh KPU curang berdasarkan informasi dari Medsos menurutnya menunjukkan kelemahan dan keterlambatan gerakan dan jauh dari ilmiah.

"Hindari dan tahan diri dari melakukan gerakan-gerakan inkonstitusional dengan mengedepankan kepentingan keutuhan bangsa di atas segala-galanya," ajaknya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatus Solihin Palas ini juga menghimbau agar masyarakat bersinergi dan membantu TNI/POLRI dalam mewujudkan Kamtibmas yang tetap terjaga pascapemilu tahun ini.

"Pemilu telah usai, tidak ada 01 dan 02. Yang ada 03 yakni sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Jauhkan ego pribadi, ego kelompok, kita rajut kesatuan dan persatuan, agar negeri ini tetap utuh, kamtibmas tetap kondusif," pungkasnya. (Muhammad Faizin)