::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dedikasi Almarhum KH Fuad Abdul Wahab untuk NU di Arab Saudi

Kamis, 25 April 2019 16:47 Nasional

Bagikan

Dedikasi Almarhum KH Fuad Abdul Wahab untuk NU di Arab Saudi
Almarhum KH Fuad Abdul Wahab
Jakarta, NU Online
Wakil Rais Syuriyah PWNU DIY KH Hilmy Muhammad mengenang sosok Ketua PCINU Arab Saudi almarhum KH Ahmad Fuad Abdul Wahab. Menurut pria yang kerap disapa Gus Hilmy ini, Kiai Fuad mendedikasikan hidupnya untuk Nahdlatul Ulama.

"Pak Fuad mendedikasikan hidupnya untuk NU. Beliau bukan hanya menghidupi dan makmurkan NU Saudi, tapi pada umumnya NU luar negeri," kata Gus Hilmy kepada NU Online, Kamis (25/4) melalui sambungan telepon.

Gus Hilmy mengaku menyaksikan sendiri ketika masih menyandang status mahasiswa di Sudan. Menurutnya, setiap datang idul adha, para pengurus PCINU dari berbagai negara meminta donasi 1000 dollar kepada almaghfurlah.

"Temen-temen PCI luar negeri menarget beliau untuk dimintai donasi 1000 dolar. Bukan hanya mereka yang dari kawasan Timur Tengah, tapi juga PCI-PCI luar negeri pada umumnya. Luar biasa. Bukan hanya itu, beliau juga menunjukkan kepada kita pihak-pihak atau pejabat-pejabat nahdliyyin di Saudi yang bisa dimintai sumbangan," kenangnya.

Selain itu, almaghfurlah juga selalu dijadikan tuan rumah tetap pertemuan NU Internasional yang selalu diselenggarakan setiap tahun di Makkah menjelang wuquf di Arafah.

Ia mengemukakan bagaimana almaghfurlah mendata mahasiswa-mahasiswa NU yang menjadi petugas musiman haji untuk dijadikan panitia. Setelah itu, sambungnya, almaghfurlah mencari informasi tentang namanama kiai, tokoh NU, dan pengurus PBNU yang melaksanakan ibadah haji. 

"Beliau kemudian buat undangan dan pengumuman agar para fungsionaris NU di Indonesia yang kebetulan sedang berhaji untuk bisa datang menghadirinya. Dan tentu menjadi kebisaan Menteri Agama juga datang pada pertemuan itu," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)