::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Trump Tak Usulkan Solusi Dua Negara dalam Proposal Damai Palestina-Israel

Jumat, 03 Mei 2019 16:00 Internasional

Bagikan

Trump Tak Usulkan Solusi Dua Negara dalam Proposal Damai Palestina-Israel
Presiden AS Donald Trump (edition.cnn.com)
Washington, NU Online
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, tidak ada solusi dua negara dalam proposal damai Palestina-Israel yang digagasnya. Padahal, komunitas internasional menganggap solusi dua negara merupakan solusi terbaik untuk menghentikan konflik Palestina-Israel yang terus terjadi dan belum ada titik terang kapan akan berakhir. 

"Jika Anda mengatakan 'dua negara', itu berarti satu hal bagi Israel, itu berati satu hal bagi Palestina. Kami katakan mari kita jangan sertakan itu. Mari kita kerjakan saja perinciannya terkait apa artinya ini semua," kata Penasihat Gedung Putih Jared Kushner, Kamis (2/5), dikutip AFP.

Dia memberi sinyal bahwa proposal perdamaian Palestina-Israel yang diusulkan Trump akan mengambil pendekatan baru. Menurutnya, proposal itu akan menekankan status akhir warga Palestina dan Israel. Namun demikian, dia itu tidak menjelaskan lebih jauh proposal tersebut. 

Menantu Trump itu menyebut, proposal perdamaian Palestina-Israel usulan Trump itu akan diluncurkan pada awal Juni mendatang. Ia mengklaim sudah berbicara dengan warga dan pengusaha Palestina. Baginya, proposal itu akan bisa diterima oleh bangsa Palestina. 

“Sangat menyedihkan bagi kami melihat kepemimpinan Palestina pada dasarnya telah menyerang sebuah rencana damai ketika mereka tidak tahu seperti apa isinya," kata Kushner.

Otoritas Palestina beberapa kali menolak apapun mediasi yang dilakukan AS terkait dengan upaya perdamaian Palestina-Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menyatakan tidak akan menerima proposal usulan Trump itu. Pasalnya, AS dianggap berlaku bias karena telah membuat kebijakan yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017 lalu. (Red: Muchlishon)