::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bendera Organisasi Boleh Berbeda, Tujuan Tetap Indonesia

Sabtu, 04 Mei 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Bendera Organisasi Boleh Berbeda, Tujuan Tetap Indonesia
Mempawah, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mempawah, Kalimantan Barat memperingati hari lahir ke-59. Kali ini tema yang dijadikan rujukan adalah Revitalisasi Nilai Juang PMII yang dipusatkan di gedung wisma Candramidi, Mempawah, Jumat (3/5).

Sekretaris Jenderal PC PMII Mempawah, Wahid Hasyim menjelaskan revitalisasi penting untuk membangkitkan dan mengingatkan kembali semangat kader dalam memegang erat nilai dasar pergerakan. 

“Yakni komitmen kepada Allah, sesama manusia, dan kepada alam yang seharusnya menjadi pegangan hidup,” katanya. 

Menurutnya, jangan sampai warga PMII melupakan itu semua karena akan terjadi kekacauan yang tidak terduga, bahkan keluar dari koridor gerakan. “Jalankan pula ukhuwah kita walaupun beda wadah beda bendera, tapi satu tujuan yaitu Indonesia,” tuturnya. 

Rahmat Efendi sebagai perwakilan dari Bupati Mempawah mengajak hadirin mendukung peran pemuda sebagai pelopor dan calon pemimpin bangsa.

"Fakfor yang mempengaruhi kesuksesan adalah kejujuran, kedisiplinan, mudah bergaul, kerja keras, dan sifat kepemimpinan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, selain untuk orang lain, warga PMII juga berjuang untuk diri sendiri menyongsong kesuksesan.  “Kader PMII melalui harlah PMII tentunya PMII juga membentengi diri dari budaya- budaya luar,” tegasnya. 

Kegiatan tidak hanya diramaikan kader PMII Mempawah, juga tamu undangan seperti perwkilan dari bupati,  Kodim, Polri,  PC PMII Pontianak Raya, Sambas, Singkawang, Kubu Raya, IPNU-IPPNU, Banser, IKA PMII, KNPI, serta HMI.

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Rahmat Efendi, Danwil, Kapolri, serta diisi hiburan persembahan  dari warga PMII. (Maulida Rahmah/Ibnu Nawawi)