::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

TIPS PUASA SEHAT

Sedang Menyusui Ingin Berpuasa, Ikuti Saran Ahli Kesehatan Berikut Ini

Kamis, 09 Mei 2019 01:00 Nasional

Bagikan

Sedang Menyusui Ingin Berpuasa, Ikuti Saran Ahli Kesehatan Berikut Ini
Jakarta, NU Online
Setiap ibu tentu saja ingin anak-anaknya mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh kembangnya baik. Namun, di sisi lain, ibu juga terkadang tak ingin meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslimah untuk berpuasa.

Ahmad Syafiq, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menyarankan bahwa ibu menyusui boleh tetap berpuasa bila bayinya sudah berumur 6 bulan. Sebelum 6 bulan bayi sebaiknya masih diberikan ASI secara eksklusif. Ibu yang memberikan ASI eksklusif memiliki kebutuhan gizi tinggi, lebih banyak ketimbang kebutuhan saat hamilnya, karena ASI-nya diharapkan bisa mendukung pertumbuhan bayinya secara optimal. Hal tersebut membuat ibu yang tengah menyusui eksklusif harus makan lebih banyak dan sulit dipenuhi bila harus berpuasa. 

Oleh karena itu, Syafiq menyarankan agar ibu menyusui, khususnya bagi yang bayinya masih di bawah usia enam bulan, tidak berpuasa lebih dahulu dan mengqadlanya di lain waktu.

"Sebaiknya ibu tidak berpuasa karena kebutuhan gizi bayi sepenuhnya dari ibu," ujar Syafiq kepada NU Online pada Rabu (8/5).

Tinggal nanti, lanjutnya, ibu menyusui tersebut mengikuti aturan syariat saja bagaimana mengganti puasanya yang ditinggal dan membayar fidyahnya. "Toh sudah ada tata caranya," katanya.

Mengutip Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233, dosen asal Buntet Pesantren Cirebon itu mengungkapkan bahwa jangan sampai orang tua menderita karena anaknya akibat gizinya yang kurang. 

"Jangan sampai menyengsarakan orang tuanya menjadi kurang gizinya. Itu harus sesuai dengan kemampuan," ucap Ketua Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWC PH UI) itu.

Sementara itu, bagi ibu yang anaknya sudah berusia lebih dari enam bulan, boleh untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, Syafiq menekankan agar asupan ibu harus seimbang. Artinya, makanannya harus beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, susu, dan buah. "Vitamin, mineral seperti kalsium jangan sampai lupa," katanya.

Air putih juga, menurutnya, tetap harus stabil. Setidaknya, dalam satu hari ibu harus mengonsumsi sekurangnya delapan gelas, misalnya diatur minum satu gelas setelah bangun tidur, saat habis sahur, saat tiba waktu Maghrib, usai shalat Maghrib, setelah makan, sebelum shalat Isya, setelah shalat tarawih, dan sebelum tidur.

Syafiq menyarankan bagi ibu yang memompa ASI ibu untuk tetap harus dilakukan rutin biasanya dua sampai tiga jam sekali. "Kalau tidak dipompa, ASI yang diproduksi menumpuk di payudara ibu dan dapat menimbulkan masalah nantinya," pungkasnya. (Syakir NF/Kendi Setiawan)