::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Untuk Hancurkan Sebuah Bangsa, Hancurkan Akhlak Generasi Mudanya

Senin, 13 Mei 2019 04:00 Nasional

Bagikan

Untuk Hancurkan Sebuah Bangsa, Hancurkan Akhlak Generasi Mudanya
Ilustrasi
Jakarta, NU Online
Mengutip Imam Mawardi dalam kitab Adabun Dunya wad Din yang mengatakan, untuk menghancurkan suatu bangsa dan negara adalah dengan menghancurkan akhlak generasi mudanya. 

Hal itu dikemukakan oleh KH Nasrullah Affandi pada pengajian live streaming yang disiarkan NU Channel melalui Youtube yang membahas akhlak. 

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Nasrul, hal itu senada dengan apa yang dikatakan sastrawan terkemuka asal Mesir, Ahmad Syauki, yang berpendapat bahwa kejayaan suatu bangsa negara terletak pada akhlaknya. Jika akhlak sebuah bangsa itu baik, maka akan baik juga bangsa. Sebaliknya, jika akhlak sebuah bangsa itu buruk, maka akan buruk bangsa dan negara tersebut. 

Faktor hancurnya Dinasti Roma, lanjut Gus Nasrul karena kerusakan akhlak penduduknya dari akar rumput hingga pejabatnya. 

Padahal, sebelumnya, dinasti tersebut pernah berjaya, penduduknya memiliki pemikiran yang cerdas, strategi militernya bagus, dan negaranya kuat. Namun, karena kemudian akhlak penduduknya rusak, maka rusak pula dinasti tersebut. 

Tentang ambruknya Roma tersebut, lanjut Gus Nasrul, senada dengan apa yang dikemukakan sejarawan Edward Gibbon, yaitu faktor kerusakan akhlak.

"Kalau kerusakan fisik sangat mudah diperbaiki. Contohnya Negara Jepang. Pada perang dunia dua, dibom atom Nagasaki dan Hirosihma. Namun kemudian bangkit lagi. Tapi begitu hancurnya akhlak seperti dinasti Roma, akan susah bangkit lagi," ungkap dia. 

Oleh karena itu, menurut Gus Nasrul, akhlakul karimah sangat perlu diperhatikan, terutama generasi muda saat ini karena merekalah yang akan menjadi penerus bangsa di kemudian hari. (Abdullah Alawi)