::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Berdoa Mohon Kuat Beli, Jangan Mohon Harga Diturunkan

Rabu, 15 Mei 2019 10:15 Daerah

Bagikan

Berdoa Mohon Kuat Beli, Jangan Mohon Harga Diturunkan

Jember, NU Online
Menjelang lebaran, biasanya hampir semua jenis barang kebutuhan harganya naik, terutama sembako.  Orangpun mengeluh, dan tak jarang  yang berdoa Ya Allah, semoga harga barang kebutuhan lebaran diturunkan.

“Doa dengan kalimat seperti itu, kurang pas. Yang bagus adalah memohon kepada Allah, aga kita kuat membeli,” tukas Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin  dalam acara DIAGRA (dialog agama via udara) di masjid Jamik Al-Baitul Amin, Jember, Jawa Timur, Selasa (14/5).

Menurutnya, kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang lebaran memang jamak terjadi setiap tahun. Secara ilmu ekonomi untuk menurunkan harga, cukup sulit karena berkaitan dengan mekanisme pasar. Selain terkait dengan supply and demand,  rangkaian atau mata rantai distribusi yang membuat harga barang naik ketika sampai di tangan masyrakat.

“Saya tidak mengatakan bahwa Allah tidak kuasa menurunkan harga barang. Tapi yang lebih logis adalah memohon kepada Allah, agar kita diberi kekuatan untuk membeli barang. Sehingga berapapun harga barang naik, kalau kita mampu membelinya tidak masalah. Meskipun harga turun, tapi kita tidak kuat membeli, repot juga. Lebih dari itu, jangan-jangan kualitas barangnya juga turun,” ujarnya.

Yang terpenting, katanya, dalam menghadapi puasa dan lebaran,  tidak perlu ada anggaran belanja yang berlebihan. Beli barang seperlunya, baik untuk kue dan makanan maupun pakaian.

“Di situ ada fungsi puasa juga, kita harus bisa mengendalikan keinginan untuk memborong barang hanya untuk berlebaran. Uang jangan dihabiskan untuk lebaran yang hanya sehari itu. Sebab, setelah leberan masih butuh uang juga,” pungkasnya (Aryudi AR)