::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Terdampak Tsunami Selat Sunda Dilatih Pembuatan Sepatu

Rabu, 15 Mei 2019 17:30 Nasional

Bagikan

Santri Terdampak Tsunami Selat Sunda Dilatih Pembuatan  Sepatu
Santri ikuti pelatihan ketrampilan pembuatan sepatu
Pandeglang, NU Online
Puluhan santriawan santriawati korban tsunami Selat Sunda di  Pesantren Salafiyah Darul Bayan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten dilatih cara pembuatan sepatu dan sandal, Rabu (15/5). 

Rangakaian kegiatan itu diinisiasi Pengurus Wilayah Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Provinsi Bantenber langsung selama 6 hari sejak Rabu (15/5) sampai Ahad (19/5).

Ketua PW LAZISNU Banten, Sugeng Setiyadi mengatakan kegiatan sengaja di gelar untuk membangkitkan kembali santriawan dan santriawati yang menjadi korban tsunami. 

Untuk mensukseskan kegiatan itu, LAZISNU Banten menggaet kelompok UMKM Dealova, salah satu UMKM yang fokus memproduksi sendal dan sepatu. "Kegiatan ini juga masuk pada program NU Peduli yang digagas oleh LAZISNU Pusat," katanya kepada NU Online.

Menurut Sugeng, tujuan pelatihan yaitu untuk menguatkan kemandirian ekonomi umat pascatsunami di kawasan Selat Sunda beberapa bulan yang lalu. Peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi wirausaha yang menghidupkan ekonomi umat.

"Tujuan selanjutnya terbentuk UMKM di lingkungan pesantren untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan yang nantinya menjadi binaan LAZISNU Banten," ucap Dosen Fakultas Ekonomi di Untirta Banten

Teknis kegiatan, lanjut Sugeng, santri dilatih membuat sandal hotel dan sandal etnik tanpa jahit dengan menggunakan gunting dan lem. Setelah itu diajarkan strategi memasarkan sandal dan sepatu yang telah dibuat pada pelatihan tersebut. Sandal hotel dan sandal etnik, kata doctor bidang ekonomi ini, memiliki daya pasar yang kuat karena dibutuhkan untuk keperluan hotel di sekitaran Banten.

"Jadi inti tujuannya adalah membangkitkan kembali ekonomi masyarakat terkena bencana tsunami terutama pondok pesantren. Dan kegiatan ini sebagai langkah mewujudkan program NUpreneur, atau program pembinaan UMKM oleh LAZISNU Banten," tuturnya. (Abdul Rahman Ahdori/Muiz)