::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said: Di Akhirat, Al-Qur'an akan Selamatkan Pembacanya

Kamis, 16 Mei 2019 10:00 Nasional

Bagikan

Kiai Said: Di Akhirat, Al-Qur'an akan Selamatkan Pembacanya
KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Al-Qur'an akan menyelamatkan pembacanya saat di akhirat kelak.

"Al-Qur'an akan menyelamatkan kita ketika kita melewati sirot, di atas jahannam. Nanti kita itu setelah dihisab, ditimbang amalnya, dievaluasi, dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya selama di dunia. Nah, barangsiapa yang selamat, insyaallah masuk surga. Kalau yang tidak selamat, kepleset, masuk neraka," kata Kiai Said saat mengaji kitab Kasidah Burdah di pesantrennya, Rabu (15/5).

Kiai Said juga menyatakan bahwa kelak di akhirat, seseorang berhak atas amal orang lain yang suka menggunjing atau mencelanya, dengan syarat orang yang digunjing atau dicela itu tidak membalasnya.

"Itu namanya amal shaleh yang tidak berkeringat. Kalau kamu dicaci maki, dijelek-jelekin, kamu tidak marah, tidak balas, nanti pahalanya orang itu diberikan kepada kamu," ucapnya.

Lalu bagaimana jika orang yang menggunjing atau mencela itu hanya memiliki sedikit amal shalehnya? Menjawab persoalan ini, Kiai Said mengatakan bahwa nanti sebagian dosa yang digunjing atau dicela itu dialihkan ke penggunjing atau pencelanya.

"Jadi kalau kamu digunjing, dicaci maki, gak usah jawab. Bisa gak? Kuat gak? Murid saya, santri saya harus kuat. (Saya) dibully, digunjing di medsos, saya gak pernah jawab, biarin saja, ya itu itung-itung ngurangin dosa," ucapnya

Kiai Alumnus Universitas Ummul Qura Makkah, Arab Saudi itu lantas menekankan kepada santrinya agar tidak suka menggunjing atau mencela orang lain.

"Jangan sampai, ya, kamu (jadi) tukang gunjing," ucapnya. (Husni Sahal/Muhammad Faizin)