::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Pekalongan Serukan Warga NU Perbanyak Baca Shalawat Asyghil

Kamis, 16 Mei 2019 10:15 Daerah

Bagikan

NU Pekalongan Serukan Warga NU Perbanyak Baca Shalawat Asyghil
Rais PCNU Kota Pekalongan, KH Zakaria Ansor
Pekalongan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan mengeluarkan instruksi kepada jajaran Pengurus Lembaga, Badan Otonom, MWC dan Ranting NU se-Kota Pekalongan diminta selama bulan Ramadhan 1440 Hijriyah bersama nahdliyin di lingkungan masing-masing memperbanyak membaca Shalawat Asyghil.

Selain Shalawat Asyghil, PCNU juga meminta nahdliyin memperbanyak membaca Shalawat Nariyah pada puji-pujian setelah adzan maupun menjelang shalat tarawih.

Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, KH Zakaria Ansor kepada NU Online, Rabu (15/5) menjelaskan, instruksi yang dikeluarkan sebagai tindaklanjut dari instruksi dari PWNU Jawa Tengah untuk kebaikan NU dan NKRI. "Kita mengharapkan Indonesia tetap damai dan tenteram usai Pemilu 2019 digelar, termasuk menjelang pengumuman KPU tanggal 22 Mei nanti," ujarnya.

Dikatakan, sebagai bagian dari komponen bangsa, Nahdlatul Ulama tidak ingin Indonesia bercerai berai gara-gara pemilu. NU percayakan sepenuhnya kepada penyelenggara Pemilu dalam Hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menghasilkan Pemilu yang berkualitas.

"NU tidak menginginkan tindakan-tindakan di luar koridor hukum seperti gerakan people power untuk menolak hasil pemilu. Bahkan ada seruan sampai tidak bayar pajak, itu kan berlebihan," tandasnya.

Lebih lanjut Kiai Zakaria yang juga Pengasuh Pesatren Al-Mubarok menjelaskan, dengan gerakan membaca Shalawat Asyghil dan Shalawat Nariyah suasana sejuk dan damai akan terciptakan, tidak saja pada moment pengumuman KPU saja, akan tetapi untuk selanjutnya Indonesia tetap damai.

"Pembacaan shalawat ini untuk menjaga kondusifitas dan keselamatan bangsa dan ini sudah menjadi tugas dan kewajiban NU melalui gerakan keagamaan tanpa harus diminta," pungkasnya. (Muiz)