::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ngaji Plastik di Unusia Ajak Milenial Jadi Relawan Sampah

Kamis, 16 Mei 2019 12:00 Daerah

Bagikan

Ngaji Plastik di Unusia Ajak Milenial Jadi Relawan Sampah
Ngaji Plastik di Unusia, Jakarta.
Jakarta, NU Online
Komitmen Nahdlatul Ulama demikian tinggi terkait penanggulangan sampah. Bahkan isu sampah plastik menjadi persoalan utama dalam Munas dan Konbes NU Febuari lalu. Termasuk memutuskan bahwa hukum membuang sampah sembarangan adalah haram.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) M Ali Yusuf, Rabu (15/5). Hal tersebut disampaikannya saat sambutannya pada acara Ngaji Plastik yang bekerja sama dengan Greenpeace Indonesia di aula Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia atau Unusia, Jakarta.

“Yang paling penting adalah kehadiran para milenial, karena mereka sebagai generasi masa depan penerus bangsa, penerus perjuangan para muassis NU,” katanya.

Dalam pandangannya, generasi muda inilah yang sebenarnya atau seharusnya menjadi penggerak dari seluruh unsur atau seluruh gerakan kebaikan. “Termasuk tidak boleh terlewatkannya upaya pengurangan sampah plastik,” jelasnya.

Ketika upaya kebaikan tidak dilakukan generasi milenial, dapat dibayangkan masa depan negeri ini. “Kalau tidak sejak sekarang kita semua melakukan upaya penanggulangan atasu pengurangan sampah plastik, tentu dampaknya akan kembali kepada kita semua,” papar Ali.

Ngaji plastik juga penting tidak hanya dalam wacana. “Tapi juga hal yang bersifat praktis dan gerakan, karena yang terpenting adalah itu. Penanggulangan sampah plastik tidak semata didiskusikan dengan ayat dan juga haditsnya karena memang sudah jelas,” ungkapnya. 

Menurutnya, sudah saatnya memperkuat upaya aksi dengan memberikan contoh kepada dunia untuk pengurangan atau penanggulangan sampah khususnya plastik. “Saya kira ini yang penting kita sampaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ali mengatakan bahwa mahasiswa harus berpikir nalar dan kritis. “Jadi, ketika melakukan aksi pengurangan sampah plastik perlu dilandasi pengetahuan dan kapasitas yang cukup,” harapnya. (Anty Husnawati/Ibnu Nawawi)