::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Enam Seruan Ulama dan Akademisi dari Indonesia Timur

Kamis, 16 Mei 2019 21:00 Nasional

Bagikan

Enam Seruan Ulama dan Akademisi dari Indonesia Timur
Silaturahim ulama dan akademisi NTB sikapi pascapemilu
Mataram, NU Online
Puluhan alim ulama dan akademisi PTN/PTS di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar silaturahim dalam rangka meneguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah yang di lanjutkan dengan buka bersama di Hotel Lombok Raya Dalam, Rabu (15/05) sore. 

Kegiatan ini di hadiri oleh dua tokoh sentral utama yakni Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB TGH Turmudzi Badarudin  dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGH Muhammad Yusuf Makmun. 

Mereka berdua mewakili seluruh ulama yang hadir membacakan seruan dan deklarasi imbauan dipimpin oleh Katib Syuriyah PWNU NTB H Adi Fadli dan diikuti oleh seluruh ulama dan tokoh agama yang hadir. 

Adi Fadli mengatakan, seruan dan imbauan para ulama dan akademisi sebagai bentuk rasa peduli terhadap kondisi bangsa saat ini. Di mana usai pilpres dan pileg yang digelar 17 April lalu masih didapatkan ketidakakuran antar komponen bangsa.

"Seruan dan imbauan ini sebagai bentuk keprihatinan kami bagian dari komponen anak bangsa yang ada di wilayah Indonesia Timur," ujarnya.

Berikut imbauannya:
  1. Mendukung terciptanya suasana damai di setiap waktu dan tempat khususnya bulan suci ramadhan.
  2. Mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan, dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi terkait situasi dan kondisi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci ramadhan dan keutuhan NKRI.
  3. Meneguhkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945.
  4. Mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta melawan siapapun yang memecah belah umat dan memelopori makar.
  5. Mendukung kinerja dan keputusan KPU, BAWASLU, serta lembaga resmi negara terkait keputusan Pemilu 2019
  6. Mempercayakan persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi negara, hukum sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri. (Hadi/Muiz)