::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Romo Magnis: NU Buktikan Diri Dasar Kesehatan Bangsa Indonesia

Kamis, 16 Mei 2019 21:15 Nasional

Bagikan

Romo Magnis: NU Buktikan Diri Dasar Kesehatan Bangsa Indonesia
Jakarta, NU Online
Indonesia dengan penduduk mayoritas penduduk Islam terbesar sudah sepakat dengan semua elemen di dalamnya untuk menganut sistem demokrasi. Hal itu menunjukkan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tentu Indonesia dengan 87 persen penduduk adalah Islam jatuh atau berdiri itu tergantung dari umat Islam Indonesia," kata Romo Franz Magnis Suseno, saat peluncuran buku Ironi Demokrasi karya Abdul Ghopur di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (16/5).

Romo Magnis menegaskan bahwa demokrasi dengan Pancasilanya didukung oleh mayoritas bangsa Indonesia. Lima prinsip dasar bangsa Indonesia itu, menurutnya, bukan sekadar kompromi antara kelompok agama non-agama.

"Melainkan Pancasila adalah cara bangsa Indonesia menyusun diri sehingga semua agama aspirasi-aspirasinya dapat tercapai," kata guru besar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara itu.

Pancasila juga, lanjutnya, tidak mengurangi sesuatu dari keagamaan sendiri. Dukungan NU yang terus menerus tanpa henti terhadap demokrasi dan Pancasila, baginya, bukti NU untuk tetap menjaga bangsa Indonesia.

"Tentu saja saya boleh mengatakan NU membuktikan diri sebagai dasar kesehatan bangsa Indonesia. Kita menjadi normal aman dan tetap beragama," katanya.

Romo Magnis merasa senang dengan kehadiran buku tersebut karena bagian dari pelanjut tradisi NU dalam menjaga demokrasi yang membuat bangsa Indonesia tetap nyaman tinggal di Indonesia.

"Kami semua yang lain juga kerasan di Indonesia. Kita tidak memberi ruang kepada mereka yang eksklusif," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Pengajar Universitas Moestopo Beragama Paulus Januar, CEO Maspion Group Alim Markus, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Taplai Lemhanas RI-INTI Angkatan 1 2018 Ali Husein.

Hadir pula Ketua PP. Muhammadiyah Kiai Kusen Al-Cepu, Sekjen Dokter Bhinneka Tunggal Ika Mariya Mubarika, dan Ketua Pusat Generasi Muda Indonesia-Tionghoa (GEMA INTI) Krista Wijaya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)