::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said: Amanat Paling Inti Amanat Kemanusiaan

Kamis, 16 Mei 2019 21:58 Nasional

Bagikan

Kiai Said: Amanat Paling Inti Amanat Kemanusiaan
Jakarta, NU Online
Sudah fitrahnya manusia tercipta bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Indonesia dengan kebinekaannya juga sudah merupakan kehendak Tuhan sehingga tidak dapat dicegah.

Harmonisme yang sudah terjalin di antara seluruh elemen bangsa di Indonesia ini harus senantiasa dijaga dengan baik. Karenanya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menekankan amanat paling inti adalah menjaga kemanusiaan dan keharmonisan.

“Amanat yang paling inti adalah amanat kemanusiaan, keharmonisan,” katanya saat memberikan tausiyah pada peluncuran buku Ironi Demokrasi karya Abdul Ghopur di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (16/5).

Kiai Said mengungkapkan bahwa Islam berasal dari kata salam yang berarti damai. Bahkan Nabi Muhammad dalam sebuah syair Arab digambarkan, bahwa kalau dengan tamu selalu tersenyum, tetangganya tidak ada yang dongkol. “Ini sebenarnya Islam,” katanya.

Atas dasar kedamaian itu, Nabi Muhammad SAW juga tidak mendirikan negara Islam. Kiai Said menegaskan tidak ada kata-kata umat Islam, umat Arab, dan negara Islam di dalam Al-Qur’an. “Yang ada umatan wasatha, moderat,” ujarnya.

Menurutnya, membangun umatan wasatha butuh kecerdasan. Nabi Muhammad SAW sejak 15 abad lalu membangun negara berdasarkan pada satu visi misi, yakni negara Madinah, bukan pada kesamaan agama ataupun suku.

Karenanya, permusuhan itu hanya kepada pelanggar hukum. “Tidak boleh ada permusuhan kecuali terhadap pelanggar hukum. Siapa yang melanggar hukum itu baru musuh,” tegasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengajar Universitas Moestopo Beragama Paulus Januar, CEO Maspion Group Alim Markus, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Taplai Lemhanas RI-INTI Angkatan 1 2018 Ali Husein.

Hadir pula Ketua PP. Muhammadiyah Kiai Kusen Al-Cepu, Sekjen Dokter Bhinneka Tunggal Ika Mariya Mubarika, dan Ketua Pusat Generasi Muda Indonesia-Tionghoa (GEMA INTI) Krista Wijaya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)