::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Tiga Makam Ulama Borneo

Sabtu, 18 Mei 2019 09:00 Daerah

Bagikan

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Tiga Makam Ulama Borneo
Kader PMII IAIN Pontianak di makam leluruh di Kalbar.
Pontianak, NU Online
Masih dalam suasana Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan tur religi pergerakan. Kegiatan diselenggarakan Jumat (17/5) siang dan diikuti sejumlah kader.

Tiara Sari selaku Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak mengatakan bahwa kegiatan bertujuan mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang membawa berkah dan bernilai budaya.

“Yaitu dengan menziarahi makam-makam kesultanan dan ulama yang ada di Borneo Khususnya Kalimantan Barat,” katanya.

Dalam pandangannya, kegiatan untuk mengisi bulan Ramadhan. “Dengan mencari berkah dari makam-makam ulama dan kesultanan,” ungkapnya.

Lokasi makam yang menjadi permulaan dalam tur ini makam Kesultanan Batulayang yang berada di Tepi Sungai Kapuas di Pontianak. “Makam ini merupakan aset ketiga warisan Kesultanan Pontianak sesudah Istana Kadriah dan Mesjid Sultan Abdurrahman,” jelasnya.

Konon ketiga lokasi ini mempunyai letak dengan garis lurus dari istana, masjid dan makam dari arah timur ke barat. “Komplek pemakaman ini khusus bagi para Sultan Pontianak dan keluarganya dan bukan untuk umum,” ungkap Tiara Sari. 

Selama berada di area makam Sultan Syarif Abdurrahman yang wafat 1808 M tersebut, kader PMII membaca yasin dan tahlil.

Makam kedua yang diziarahi adalah Kiai Fathul Bahri yang berada di samping sebuah bukit di Peniraman, menuju daerah Mempawah. Sedangkan makam ketiga adalah Kesultanan Mempawah yaitu makam kompek Opu Daeng Manambon yang terletak di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Para kader nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tampak khidmat dan mengamati tiap sudut arsitektur makam khas kesultanan tersebut. (Maulida/Ibnu Nawawi)