::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ukuran Kader yang Baik, Tunduk pada Hukum

Senin, 20 Mei 2019 06:30 Daerah

Bagikan

Ukuran Kader yang Baik, Tunduk pada Hukum

Jember, NU Online
Masyarakat, khususnya generasi muda diharapkan tetap tenang dan dapat menjaga lingkungan masing-masing agar tetap kondusif, khususnya menjelang pengumuman Pilpres tanggal 22 Mei mendatang. Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabng (PAC) Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Masdian Zainul Ilmi saat memberikan sambutan dalam acara Safari Ramadhan di Mushalla Kiai Khasani, Dusun Tegalbanteng, Desa Kesilir, Wuluhan, Jember, Ahad (19/5).

Menurut Masdian, kader Ansor harus memberi contoh yang baik dalam menyikapi isu politik yang berkembang. Yaitu tunduk kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Menjadi contoh yang baik ukurannya simpel, yaitu tunduk pada hukum, baik hukum negara maupun agama,” tukasnya.

Selain itu, Masdian mengimbau agar Ranting-Ranting Ansor turut menjadi corong NU dalam mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Katanya, ketika Aswaja sudah tersosialisasi dan diamalkan dengan baik, maka peluang ajaran radikal untuk masuk, semakin kecil.

“Makanya kami berharap agar Ranting Ansor yang belum aktif, segera aktifkan lagi,” ungkapnya.

Safari Ramadhan yang digelar PAC Ansor Wuluhan kali ini adalah hari yang kelima. Dimulai sejak tanggal 15 Mei, dan akan berakhir tanggal  25 Mei mendatang. Safari Ramadhan tersebut digelar sebanyak 8 kali sesuai dengan jumlah Ranting Ansor di Wuluhan, ditambah satu kali untuk penutupan di Kantor MWC Wuluhan. Setiap safari, selalu dipilih mushalla atau masjid sebagai tempatnya.

“Hal ini untuk mendekatkan kader Ansor ke masjid, juga untuk memakmurkan masjid dan  mushalla,” pungkasnya. (Aryudi AR).