::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Anjuran Tak Awali Buka dan Tutup Sahur dengan Kopi, Kenapa?

Senin, 20 Mei 2019 07:15 Daerah

Bagikan

Anjuran Tak Awali Buka dan Tutup Sahur dengan Kopi, Kenapa?
dr H Ahmad Farich, Wakil Ketua PWNU Lampung
Pringsewu, NU Online
Ada ragam cara dan makanan yang dikonsumsi saat seseorang mengawali berbuka puasa dan sahur. Secara umum, banyak yang mengawali berbuka dengan minum dan makan makanan yang manis. Namun minuman manis berupa kopi tidak dianjurkan mengawali rangkaian buka puasa dan menutup sahur.

Sebelum minum kopi hendaknya perut yang kosong diisi terlebih dahulu dengan makanan. Karena kopi memiliki zat yang dapat menyebabkan frekwensi buang air kecil tinggi. Sehingga nantinya cairan tubuh akan banyak yang dikeluarkan.

Hal ini dijelaskan dr. Ahmad Farich kepada Jama'ah Ngaji Ahad (Jihad) Ramadhan di aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Lampung, Ahad (19/5) saat mengupas tuntas tentang ibadah puasa ditinjau dari perspektif ilmu kesehatan.

"Kalau sahur juga jangan ditutup dengan kopi karena nanti penginnya buang air kecil terus, sehingga cairan yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari tidak mencukupi. Silahkan ngopi sebelum sahur," tambah dokter yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung ini.

Ia mengingatkan agar selama puasa, cairan tubuh dicukupi. Hal ini bisa dilakukan dengan minum paling sedikit 6-8 gelas selama buka dan sahur. Selain tidak dianjurkan mengawali buka dengan minum kopi, ia juga menganjurkan untuk tidak mengawalinya dengan merokok.

Dokter yang juga seorang doktor ini menekankan kesehatan selama puasa dengan menjaga keseimbangan asupan dalam tubuh. Seseorang dikatakan sehat apabila kondisi tubuhnya dalam kondisi seimbang.

"Puasa yang diperintahkan Allah memiliki hikmah untuk mengontrol keseimbangan tubuh. Seperti keseimbangan lemak, gula, tekanan darah dan sejenisnya. Jadi sama sekali tidak benar jika puasa mengakibatkan tidak sehat. Justru menyehatkan," ungkapnya.

Menurutnya dari ribuan penyakit yang ada, hanya sedikit yang menyebabkan dianjurkan untuk tidak berpuasa. Sebagian besar tidak menghalangi orang untuk berpuasa. Karena pada dasarnya penyakit tidak disebabkan karena puasa namun dikarenakan faktor lain seperti dari darah dan kuman.

Untuk sehat selama menjalankan puasa, Wakil Rektor I Universitas Malahayati Lampung ini juga memberikan saran agar saat puasa menjalankan pola hidup sehat seperti yang dicontohkan Rasulullah. Diantaranya adalah dengan makan sahur dan berbuka dengan makanan atau minuman manis terlebih dahulu.

"Jangan merokok juga saat mengawali buka. Karena jika perut kosong langsung terisi dengan asap rokok maka akan memaksa lambung mengeluarkan zat asam. Kalau masuk ke otak maka akan menjadi pusing kepalanya," pungkasnya. (Muhammad Faizin)