::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Karakteristik, Dampak, dan Cara Sikapi Era Digital

Selasa, 21 Mei 2019 05:00 Nasional

Bagikan

Ini Karakteristik, Dampak, dan Cara Sikapi Era Digital
Jakarta, NU Online
Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta KH Sahiron Syamsuddin menyebut lima karakteristik ilmu pengetahuan di era digital, yakni berbasis Teknologi Informasi (TI), akses publik lebih luas, praktis dan cepat, instant, dan kesempatan untuk menyampaikan ide atau ideologi apa pun.

"Nah, ini beberapa hal yang mungkin harus kita perhatikan saat in kaitannya bagaimana kita mengajarkan Al-Qur'an dan berbagai macam aspeknya kepada masyarakat secara umum," kata Kiai Sahiron saat mengisi diskusi Konferensi Al-Qur'an bertajuk "Strategi dan Model Baru dalam Pengajaran Al-Qur'an di Era Milenial" di Hotel Sriwijaya Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Namun begitu, kehadiran era digital ini tak lepas dari sejumlah dampaknya, baik positif maupun negatif. Di antara dampak positifnya ialah, kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi atau ilmu pengetahuan, termasuk hal-hal yang terkait dengan Studi Al-Qur'an.

"Dengan IT kita bisa mendapatkan informasi cepat, googling saja itu bisa kita dapatkan. Jadi memang itu positifnya kita bisa mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan secara cepat," ucapnya.

Dampak positif lainnya, yaitu kuantitas sumber informasi atau ilmu yang lebih banyak dan bervariasi. "Kita lihat di internet berbagai macam mazhab, aliran, tendensi, dan apa pun itu bisa diakses oleh semua orang. Jadi betul memang sangat terbuka di era digital ini," ucapnya.

Sisi positif lainnya yaitu, informasi bisa didapat kapan pun dan di manapun.

Sementara sejumlah dampak negatifnya adalah cenderung instant, ilmu tidak mendalam, informasi tidak terfilter, dan hilangnya tradisi relasi guru-murid (sanad). 

Dari dampak positif dan negatif itu, maka dalam mengambil sikap harus sesuai dengan adagium al-muhafadhah 'alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik).

"Dari situlah maka mengambil sisi positifnya dari era digital dan membuang sisi negatifnya," ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)