::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kumpulkan Bukti Pembantaian, PBB Gali 12 Kuburan Massal Korban ISIS di Irak

Selasa, 21 Mei 2019 18:15 Internasional

Bagikan

Kumpulkan Bukti Pembantaian, PBB Gali 12 Kuburan Massal Korban ISIS di Irak
Tim PBB menggali kuburan massal korban ISIS di Kojo (AFP)
Baghdad, NU Online
Tim penyelidik Persetikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggali 12 kuburan massal korban di Irak. Hal itu sengaja dilakukan sebagai upaya untuk mengumpulkan bukti dugaan pembantaian yang dilakukan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap minoritas Yazidi.

Kepala tim penyelidik PBB, Karim Asad Ahmad Khan, mengatakan, sejak Oktober lalu pihaknya sudah merencanakan untuk melakukan penyelidikan dengan membongkar sejumlah kuburan massal. Hingga saat ini, ada beberapa kuburan massal yang sudah berhasil digali. Diantaranya kuburan di Kojo pada Maret dan kuburan di Sinjar pada April lalu. 

Meski demikian, Khan mengakui bahwa karena satu dua hal maka rencana yang dibuat itu berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Kemajuan terlihat lebih lambat dari yang diharapkan dalam penyelidikan. Perlu membentuk alur yang jelas dan efektif,” kata Khan, dikutip lama AFP, Senin (20/5).

Menurut Khan, penyelidikan PBB berfokus pada tiga hal. Pertama, pembantaian terhadap kaum Yazidi pada 2014. Kedua, kejahatan di Mosul dari 2014 hingga 2016. Ketiga, pembunuhan massal terhadap militer Irak di wilayah Tikrit pada Juni 2014.

Sebetulnya pemerintah Irak menolak penyelidikan oleh PBB. Kendati demikian, PBB terus melakukan penggalian makam untuk mengumpulkan kejahatan kelompok ISIS. Ada 48 orang yang tergabung dalam tim penyelidik PBB tersebut. Mereka ‘terlibat langsung’ dengan para korban dan saksi kekejaman ISIS. Di samping itu, mereka juga membuat program perlindungan untuk para saksi.

Setelah melakukan peneluran terhadap korban ISIS di Dohuk, Mosul, Tikrit, dan lainnya, tim penyelidik PBB menyimpulkan bahwa para korban mengalami berbagai macam kejahatan. Diantaranya pembantaian, perkosaan, dan perbudakan. 

Saat ini, PBB tengah berunding dengan otoritas Irak untuk menyerahkan bukti-bukti terkait kekejaman ISIS. Mereka siap manakala diminta untuk memaparkan bukti-bukti tersebut dalam persidangan untuk mengadili kelompok ISIS.

Pada November 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah meninggalkan 202 kuburan massal di seluruh wilayah Irak. Sebagian besar kuburan massal ISIS tersebut ditemukan di wilayah utara dan barat Irak yang memang pernah dikuasai ISIS selama rentang waktu 2014 hingga 2017. 202 kuburan massal itu berisikan sekitar 12 ribu orang. Mereka adalah korban dari kekejaman ISIS. (Red: Muchlishon)