::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ulama Subang Ajak Masyarakat Kembali Rajut Persatuan

Kamis, 23 Mei 2019 00:00 Daerah

Bagikan

Ulama Subang Ajak Masyarakat Kembali Rajut Persatuan
Multaqo Ulama Subang
Subang, NU Online
Usai dilaksanakannya Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada 17 April yang lalu, harmonisasi dan dinamisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia mulai diuji. Menyikapi situasi ini, MUI Kabupaten Subang mengajak kepada masyarakat untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan.

Demikian disampaikan KH Dadan Hamdani, Pengurus MUI Kabupaten Subang sekaligus Ketua Panitia Multaqo Ulama, Cendekiawan dan Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Subang yang digelar di Gedung Islamic Center Subang. Senin (20/5).

"Menurunnya harmonisasi antar masyarakat ini sangat dirasakan sekali saat menghadapi dan pasca pemilu terutama di media sosial," ujarnya.

Sebenarnya masyarakat kita, lanjutnya, sudah cukup dewasa dalam berpolitik. Sebab sejak dulu apalagi sejak zaman reformasi, kita sudah terbiasa dengan perbedaan pilihan politik sehingga sudah berpengalaman dalam merajut kembali ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

"Apalagi saat ini kita sedang berada di bulan suci Ramadlan, semestinya ikatan ukhuwah semakin terus ditingkatkan," tambah Wakil Ketua PCNU Subang itu.

Untuk itu, kata dia, dengan kegiatan multaqo tersebut diharapkan para ulama, cendekiawan dan pengasuh pesantren bisa mengajak masyarakat untuk merajut kembali persatuan yang selama ini sudah menjadi adat budaya kita.

Senada dengan Kiai Dadan, KH Musa Muttaqin, Ketua MUI Kabupaten Subang dalam sambutannya mengajak pada anak bangsa untuk tetap menjaga kondusifitas dan ukhuwah wathaniyah agar semua pihak dapat menjalankan aktivitasnya masing-masing dengan aman dan nyaman.

Selain itu, Kiai Musa pun mengajak masyarakat untuk menyerahkan hasil pemilu kepada pihak yang berwenang dalam hal ini adalah KPU serta lembaga terkait. Masyarakat tidak boleh memaksakan kehendak karena hal itu lebih banyak menimbulkan madlaratnya dari pada manfaatnya.

"Wacana people power dikhawatirkan akan menimbulkan mafsadat serta mengancam disintegrasi bangsa," tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Subang, Kapolres, Dandim 0605, Kepala Disduk dan sejumlah alim ulama serta cendekiawan Kabupaten Subang. Selanjutnya, kegiatan yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat ini ditutup dengan kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh perwakilan pesantren, beberapa ormas, FKUB dan cendikiawan. (Aiz Luthfi/Muhammad Faizin)