::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ansor Jombang Bertekad Maksimalkan Potensi Dakwah Kader

Kamis, 23 Mei 2019 04:00 Daerah

Bagikan

Ansor Jombang Bertekad Maksimalkan Potensi Dakwah Kader
Jombang, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Jawa Timur menilai keberadaan dakwah saat ini demikian penting. Ada banyak dakwah yang bisa dilakukan oleh kader Ansor khususnya, baik di dunia nyata dengan menyelenggarakan forum-forum tatap muka secara langsung, ataupun dakwah di dunia maya dengan memaksimalkan media sosial.

"Ada dakwah soal jaga marwah, dakwah lawan hoaks, dakwah kemandirian, dakwah sebar ilmu atau kajian keislaman, dakwah soal bisnis dan dakwah lainnya," kata Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto, Selasa (22/5).

Ia memaparkan, saat ini ada banyak potensi yang dimiliki kader Ansor Jombang untuk merealisasikan beragam dakwah di atas. "Ada praktisi dakwah digital, ada yang ahli design, dan IT," Imbuh pria yang akrab disapa Gus Antok ini.

Tak hanya dalam hal berdakwah, Gus Antok memaparkan, potensi lain yang dimiliki kader Ansor Jombang adalah ahli dalam hal pertanian, perdagangan dan bisnis lainnya. "Ada yang ahli pertanian ada juga yang ahli perdagangan atau bisnis," jelasnya.

Upaya untuk memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki kader Ansor, kata dia, juga didukung oleh semangat pengabdian mereka untuk membesarkan organisasi dan memberi manfaat kepada masyarakat. Hal ini menurutnya perlu diapresiasi dan terus disupport.

"Perspektifnya sudah sama, langkahnya kita tata. mulai penataan struktur kelembagaan, distribusi personalia dalam bidang yang sesuai dan diinginkan," ucap Gus Antok.

Mengingat, Ansor di Kota Santri ini masih belum melaksanakan pelantikan dan rapat kerja, segala upaya untuk mengoptimalkan serta pemetaan potensi kader perlu mulai disusun, sehingga pada saat rapat kerja nanti terbukukan dalam bentuk program kerja.

"Sehingga pada rapat kerja dan segala hal yang secara formal termaktub dalam konstitusi organisasi, selanjutnya adaptasi pada lingkungan juga perubahan yang ada," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)