::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said Prihatin Ramadhan Ada yang Bertindak Anarkis

Kamis, 23 Mei 2019 17:50 Nasional

Bagikan

Kiai Said Prihatin Ramadhan Ada yang Bertindak Anarkis
KH Said Aqil Siroj berceramah dalam Bukber di PBNU, Rabu (23/5)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an dan Buka Puasa Bersama di Pelataran Masjid Annahdlah Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (23/5) petang ini.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa para santri dan warga NU di berbagai daerah dan pesantren di Indonesia, meramaikan bulan suci Ramadhan dengan khusyuk dan aktif pengajian, termasuk pengajian kitab kuning.

Kiai Said menyebutkan di salah satu pesantren di Cirebon, Jawa Barat, ada santri yang telah mengkhatamkan pengajian kitab kuning sebanyak lima jilid. Sementara di Jakarta, umat Islam yang mengaku membela Islam, justru melakukan aksi demonstrasi yang berujung dan diwarnai dengan tindakan anarkis, hinga menimbulkan kerugian.

Fenomena ini mengundang keprihatinan PBNU. Pasalnya, bulan suci Ramadhan yang seharusnya diisi dengan usaha-usaha untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, sementara ada pihak yang melakukan sebaliknya.

Kiai Said menjelaskan dengan peristiwa tersebut, semangat beragama dan berbangsa warga NU sudah tepat.

Kiai Said juga mengkritisi maraknya ustadz-ustadz dadakan. Para ustadz yang aslinya berprofesi sebagai artis, dengan alasan hijrah lalu mengubah penampilan dengan dandanan islami. Satu dua ayat yang mereka kuasai, lalu dijadikan keberanian menyatakan diri sebagai ustadz.

Hal ini sangat berbeda dengan tradisi NU, di mana seorang kiai atau ustadz, akan lebih dulu menempa diri dengan beragam pengetahuan keagamaan, sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengaji.

Selain warga dan pengurus NU, buka puasa tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin, dan sejumlah menteri serta pejabat. (Kendi Setiawan)