::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hadiri Nuzulul Qur'an di PBNU, Wapres Ajak Masyarakat Tingkatkan Amal Ibadah

Kamis, 23 Mei 2019 19:27 Nasional

Bagikan

Hadiri Nuzulul Qur'an di PBNU, Wapres Ajak Masyarakat Tingkatkan Amal Ibadah
Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan kepada masyarakat agar tidak terpecah belah karena persoalan politik atau perbedaan lainnya. Sebaliknya, di bulan yang suci ini, Wapres mengajak agar meningkatkan amal ibadahnya.

"Kita semua harus bergembira atas sikap daripada NU untuk kita mengutamakan bagaimana kita meningkatkan amal ibadah kita semuanya," kata Wapres pada peringatan Nuzulul Qur'an di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Wapres juga berharap, di bulan ramadhan dan bertepatan dengan peringatan nuzulul Qur'an, bangsa Indonesia diberikan kedamaian.

Ia mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki bangsa Indonesia seperti persoalan keadilan, khususnya keadilan tentang ekonomi yang dirasa belum merata. Sehingga, sambungnya, untuk memperbaikinya, ke depan pemerintah dapat menelurkan kebijakan yang lebih baik.

"Kita selalu saja menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan tingkat ekonomi bangsa ini. Semuanya tentu kita harapkan pemerintah tentu membuat kebijakan (untuk keadilan ekonomi). Nanti tugas utama Pak Ma'ruf (Wapres terpilih) seperti itu," ucapnya.

Menurutnya, tugas memajukan bangsa Indonesia agar maju dan berkeadilan ekonomi bukan tugas mudah. Namun demikian, ia menekankan agar dalam proses perbaikan bangsa Indonesia ini, pemerintah selalu memberikan semangat yang positif dan tulus kepada warganya.

"Itulah harapan kita dalam hari yang berbahagia ini. Marilah kita semua meningkatkan amal ibadah kita selalu," ucapnya.

Hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum PKB H Muhaimin Iskandar, Menakertrans Hanif Dhakiri, Menristekdikti Mohamad Nasir, dan Mahfud MD. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)