::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KH Ahmad Shiddiq; Sosok ‘Penghubung’ yang Melahirkan IAI Djember

Sabtu, 25 Mei 2019 09:30 Nasional

Bagikan

KH Ahmad Shiddiq; Sosok ‘Penghubung’ yang Melahirkan IAI Djember
KH Ahmad Shiddiq, tokoh nasional asal Jember

Jember, NU Online
Perubahan status dari IAIN Jember menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri dalam beberapa waktu kedepan, akan diikuti  oleh pemasangan nama KH Ahmad Shiddiq di belakang UIN. Sehingga namanya menjadi UIN KH Ahmad Shiddiq.

Menurut Rektor IAIN Jember, H Babun Suharto, pemilihan nama tokoh nasional (NU) itu berangkat dari usulan sejumah kiai dan tokoh masyarakat Jember. Hal itu untuk mengenang jasa-jasa KH Ahmad Shiddiq yang begitu besar bagi tanah air.

“Kami hanya mengkomodasi usulan yang masuk, dan secara pribadi saya juga setuju nama KH Ahmad Shiddiq menjadi nama UIN Jember nantinya,” tukas H Babun di ruang kerjanya, Jumat (24/5).

Mantan ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Jember itu menambahkan, tidak berlebihan jika akhirnya nama KH Ahma Shiddiq menempel di belakang nama UIN Jember. Sebab almarhum yang pernah menjadi Rais ‘Am PBNU itu, memang sosok yang luar biasa. Gagasan-gagasannya hebat. Wawasan kebangsaan juga melampaui zamannya.

“Bahkan yang cukup fenomenal, Kiai Ahmad Shiddiq mampu meyakinkan umat Islam untuk menerima  Pancasila sebagai azas tunggal. Ketika itu boleh dikata beliau melawan arus. Namun dengan kharisma dan kepaiwaiannya dalam berargumen, semua bisa diatasi,” urainya.

Dalam pandangan H Babun, KH Ahmad Shiddiq merupakan sosok yang ikut berkontribusi dalam mendirikan IAIN Jember. Begitu juga NU secara lembaga, memiliki ‘saham’ dalam pendirian perguruan tinggi Islam yang kini cukup mentereng itu.

H Babun mengungkapkan, tanggal 30 September 1964 digelarlah Konferensi Alim Ulama Cabang Jember. Salah satu keputusannya adalah merekomendasikan pendirian Perguruan Tinggi Islam di Jember. Untuk merealisasikan keputusan itu, maka dibentuklah panitia kecil, yang salah satu anggotanya adalah KH Ahmad Shiddiq.

“Beliau yang ditugasi untuk berkonsultasi ke Rektor IAIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) dan Menteri Agama, KH Saifuddin Zuhri, waktu itu. Beliau penghubung sekaligus konsultannya,” ungkapnya.

Hasil dari konsultasi itu, maka tahun 1965 didirikanlah IAID (Institut Agama Islam Djember), dengan Fakultas Tarbiyah-nya. Seiring perjalanan waktu, lalu berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel. Kemudian berubah lagi menjadi STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam) Jember, hingga sekarang menjadi IAIN Jember.

“Jadi KH Ahmad Shiddiq terus memberikan sumbangsih pemikiriannya bagi perjalanan IAID Jember hingga beliau wafat,” lanjutnya.

H Babun juga mengaku sudah sowan ke keluarga KH Ahmad Shiddiq untuk meminta ijin soal rencana pengggunaan nama beliau di UIN Jember.

“Alhamdulillah, Gus Firjoun (putra KH Ahmad Shiddiq) tidak keberatan,” ucapnya. (Aryudi AR).