::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lakpesdam NU Pasuruan Kembali Kaji Qanun Asasi

Ahad, 26 Mei 2019 03:00 Daerah

Bagikan

Lakpesdam NU Pasuruan Kembali Kaji Qanun Asasi
Pasuruan, NU Online
Qanun Asasi Hadratussyaih KH Hasyim Asyari yang berisi pokok pokok ideologi organisasi Nahdlatul Ulama perlu menjadi rujukan serius generasi muda NU di tengah berbagai maraknya disinformasi dan tebaran hoaks. 

Hal itu melatari Tadarus Ilmiah Gerakan Aktivis Mengaji oleh Lakpesdam NU Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (24/5.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah elemen anak muda NU di Kota Pasuruan.

Waladi Imaduddin selaku ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan menyampaikan tentang urgensi kaum muda NU dalam mengkaji dan memahami Qanun Asasi. Hal ini menjadi prasyarat wajib agar mereka mengerti dan memahami tentang NU serta ideologi dan tradisinya.

"Qanun Asasi yang kemudian dijabarkan dalam 10 Perjuangan Nahdlatul Ulama harus dipahami dan dilaksanakan sebagai satu kesatuan utuh dimana relasi agama dan negara menjadi titik awal dalam mewujudkan kemaslahatan umat," ujar Waladi. 

Persatuan yang disampaikan dalam Mukadimah Qanun Asasi juga menjadi sangat aktual disaat banyak elemen yang berusaha membenturkan sesama anak bangsa demi meraih sebuah kekuasaan.
 
Sementara itu refleksi lain dari diskusi tersebut adalah tentang bagaimana para pendiri Nahdlatul Ulama mampu membuat sebuah organisasi Islam besar. Pengaruh NU yang kini sangat besar di dunia internasional karena terbukti mampu menyatukan konsep nasionalisme dan agam. Dengan jargon 'hubbul wathan minal iman, menjaga negara dan mewujudkan persatuan bangsa adalah prasyarat utama dalam menegakkan keimanan. 

"Kini Nahdlatul Ulama adalah kutub dari keilmuan dan keteladanan di dunia Islam. Jika di bagian Barat ada Al-Azhar maka di belahan Timur ada Nahdlatul Ulama yang dengan segala tradisi keilmuannya siap memberikan sumbangsih besar bagi peradaban," kata Zulkarnain salah satu peserta kegiatan. (Red: Kendi Setiawan)