::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ani Yudhoyono Wafat, Gus Mus: Semoga Allah Merahmati Arwah Beliau

Sabtu, 01 Juni 2019 13:05 Nasional

Bagikan

Ani Yudhoyono Wafat, Gus Mus: Semoga Allah Merahmati Arwah Beliau
Gus Mus bersama Ibu Ani dan SBY (FB Gus Mus)
Jakarta, NU Online
Mendengar wafatnya istri Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan ucapan duka dan doa.

“Innã liLlãhi wainnã ilaiHi rãji'űn. Kita semua milik Allah dan kepada-Nya kita semua akan kembali,” ujar Gus Mus mengawali ucapan dukanya, Sabtu (1/6) di facebooknya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengucap doa untuk almarhumah agar arwah dirahmati Allah.

“Mendengar berita Ibu Ani kita berpulang ke hadirat Allah. Semoga Allah merahmati arwah beliau; menerima amal-amal baik beliau, dan mengampuni kesalahan-kesalahan beliau. Allahummaghfir lahã warhamhã wa'ãfihã wa'fu 'anhã. Al-Fãtihah,” ucap Gus Mus.

Ia mengungkapkan duka mendalam yang juga menyampaikan harapan dan doa agar SBY dan keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

“Kami ikut berduka yang dalam. Semoga Bapak SBY dan seluruh keluarga dianugerahi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. 'AzhzhamaLlãhu ajrakum wa ahsana 'azã-akum,” tuturnya.

Ani Yudhoyono meninggal dunia usai menjalani perawatan medis beberapa bulan di National University Hospital (NUH), Singapura, pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura. Ani meninggal karena penyakit kanker darah yang dideritanya.

Ani pertama kali dirawat karena kanker darah pada 2 Februari 2019. Selama menjalani pengobatan, Ani selalu didampingi oleh SBY. Anak dan menantunya pun silih berganti menjaga Ani.

Sebelum dinyatakan meninggal, Ani sudah beberapa kali menjalani tindakan medis, salah satunya transplantasi sumsum tulang belakang yang didonorkan oleh adiknya, yakni Pramono Edhie Wibowo. Namun, operasi tersebut tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesembuhan Ani. Bahkan, Ani sempat mendapat perawatan intensif di ICU beberapa hari usai operasi.

Selain keluarga, dukungan bagi Ani juga datang dari sejumlah pihak, salah satunya dari Presiden Joko Widodo. Selain menjenguk langsung, Jokowi dikabarkan telah memerintahkan dokter kepresidenan berkoordinasi dengan dokter NUH untuk menangani Ani.

Ani meninggal di usia 66 tahun. Perempuan kelahiran Yogyakarta ini merupakan putri dari mantan Panglima RPKAD Letnan Jenderal purnawirawan Sarwo Edhie Wibowo.

Ani sempat menempuh pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) sebelum mengundurkan diri karena mengikuti ayahnya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. (Fathoni)