::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mustasyar NU Bondowoso Ajak Umat Islam Pertahankan Amalan di Ramadhan

Selasa, 04 Juni 2019 23:45 Daerah

Bagikan

Mustasyar NU Bondowoso Ajak Umat Islam Pertahankan Amalan di Ramadhan
Mustasyar PCNU Bondowoso, KH Salwa Arifin
Bondowoso, NU Online
Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Jawa Timur, KH Salwa Arifin mengatakan, malam ini telah memasuki awal bulan Syawal 1440 hijriah. Dengan berakhirnya Ramadhan 30 hari, maka besok pagi umat Islam akan melaksanakan shalat Idul Fitri. 

"Shalat Idul Fitri menjadi penanda bahwa bulan Ramadhan yang penuh rahmah sudah kita isi," katanya dalam sambutannya di acara Gema Takbir Idul Fitri 1440 Hijriyah di depan Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso, Selasa (4/6) malam.

Dikatakan, pada bulan tersebut umat Islam sudah banyak melakukan amal ibadah, baik yang berisi hablum minanallah dan hablum minannas.  "Mudah-mudah kita termasuk golongan yang  mendapatkan kemenangan yang hakiki yaitu melawan hawa nafsu," katanya Kiai Salwa yang juga Bupati Bondowoso di hadapan para undangan.

Menurutnya, musuh umat yang berpuasa yang paling berat adalah nafsu yang ada pada diri manusia, di mana kata nabi musuh yang paling kejam bagi umat yang berpuasa untuk dihadapi adalah nafsu manusia sendiri.  

"Alhamdulillah selama bulan Ramadhan kita sudah mampu melawan hawa nafsu, melawan rasa lapar, rasa haus dan salama ramadhan kita bisa melawan semua ini," jelas bupati yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Desa Tansel Wetan, Kecamatan Wonosari.

Dikatakan, Idul Fitri yang berarti kembali kepada kesucian. Oleh karena itu mari dilestarikan, kekalkan amalan di bulan Syawal dan bulan bulan selanjutnya, mari merenung di mana posisi kita saat ini, apakah sudah sangat mendekat kepada Allah SWT dalam artian bahwa kefitrahan kita betul-betul sempurna atau keadaan manusia tidak jauh berbeda sebelum ramadhan.

"Adakah kesan Ramadhan yang secara ritual ibadah yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan masih membekas dalam diri kita di bulan Syawal ini ataukah nuansa Ramadhan malah telah berbalik. Untuk menjawab ini, tentunya kembali kepada kita masing-masing," jelasnya.

Kiai Salwa berharap mudah-mudahan bisa mempertahankan, melestarikan, kefitrahan pada saat ini, sampai waktu-waktu ke depan dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada umat Islam untuk dapat mempertahankan jadi diri kita sebagai manusia fitri, sehingga  kelak dikumpulkan bersama para nabi, para suhada, dan orang shaleh.

Bupati Bondowoso juga menyampaikan sebagai insan muslim dan juga sebagai warga negara yang baik patut kirannya untuk berpartisipasi dalam membayar infak, zakat, dan sedekah.

"Kami juga sampaikan juga terima kasih kepada semua pihak, baik perorangan maupun kelompok yang rela mengeluarkan zakat, infaq, dan sedekahnya untuk saudara-saudara kita yang tidak sama nasibnya dengan kita," imbuhnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil ketua PCNU Bondowoso KH Mas'ud Ali yang mewakili Ketua PCNU KH Abdul Qodir Syam, Rais Syuriyah sekaligus Ketua MUI Bondowoso KH Asy'ari Fasya, Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat, Ketua DPRD Bondowoso H Tohari, Jajaran Forkopimda Bondowoso, Jajaran OPD Kabupaten Bondowoso, para Takmir Masjid dan undangan lainnya. 

Akhir acara Bupati dan Wakil Bupati bersama Ketua DPRD Bondowoso, serta jajaran Forkopimda Bondowoso melakukan pemukulan beduk dan gema takbir sebagai tanda dimulai gema akbir malam Idul Fitri 1440 Hijriyah. (Ade Nurwahyudi/Muiz