::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Geliat Idul Fitri di Pulau Dewata

Kamis, 06 Juni 2019 11:00 Daerah

Bagikan

Geliat Idul Fitri di Pulau Dewata

Buleleng, NU Online
Kegembiraan Umat Islam dalam menyambut datangnya  Idul Fitri mencuat di mana-mana. Tak terkecuali di pulau dewata, Bali. Di daerah yang dihuni mayoritas pemeluk Hindu itu, ekspresi kegembraan umat Islam dalam menyambut Idul Fitri, tetap nyaring, meriah dan didukung warga setempat.

Seperti yang terjadi di Desa Tegallinggah Kecamatan Sukasada Kabupaten Beleleng, Bali. Menyambut Idul Fitri 1440 Hijiriyah, Remaja Masjid Tegallinggah (Formalingga) Desa Tegallinggah,  mengadakan pawai obor keliling, Selasa (4/6) malam.
Pawai obor tersebut mengambil rute, start di halaman Masjid Jamik Al-Miftah, ke arah utara menuju lingkungan Masjd Nurul Ilahi,  lalu menyusuri  jalan ke arah selatan menuju Banjar Mundukkunci, melintasi sebagian besar Pemukiman warga muslim dan sebagian kecil pemukiman warga Hindu.

“Alhamdulillah, pawai obor berjalan lancar, dan mendapat sambutan yang hangat di sepanjang jalan yang kami lalui,” tukas Ketua Formallingga yang juga Ketua Panitia PHBI (Panitia Hari Besar Islam), Juhairi Wahabi sebagaimana rilis yang diterima NU Online.

Menurutnya, pawai obor memang  rutin diadakan oleh Formalingga  setiap menyongsong Idul Fitri dan Idul Adha. Kegiatan tersebut diramaikan oleh anak-anak, remaja, pemuda dan masyarakat dari berbagai dusun/banjar, diantaranya Tegallinggah, Mundukkunci dan Sanisari.

“Mereka sangat gembira melaksanakannya, apalagi setelah sebulan berpuasa Ramadhan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga  mendapat dukungan dari pemerintah desa dan aparat keamanan setempat dengan melibatkan kepolisian sektor Sukasada, Babinkamtibmas, Babinsa, Linmas dan Banser serta pengamanan swadaya dari masing-masing dusun. Hal ini tak pelak mendapat apresiasi dari Sekretaris Desa Tegallinggah,  Jaini Halim.

“Kegiatan ini sebagai salah satu wujud keterlaksanaan pembangunan bidang keagamaan dan sebagai bukti toleransi ummat beragama,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut Pj. Perebekel (kepala desa) Tegallinggah, para banjar dinas (kepala dusun) Mundukkunci, para tokoh agama,  dan PAC Ansor Sukasada II. Mereka ikut larut menyaksikan pembukaan dan iring-iringan peserta pawai yang diperkirakan berjumlah 800-an orang.

Desa Tegallinggah sendiri dihuni oleh penganut agama Hindu sebesar 55 persen, dan sisanya penganut Islam. (Aryudi AR).