::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kesaksian Rais PCNU Pekalongan terhadap Zakat Fitrahnya Habib Luthfi

Senin, 10 Juni 2019 17:00 Nasional

Bagikan

Kesaksian Rais PCNU Pekalongan terhadap Zakat Fitrahnya Habib Luthfi
Habib Luthfi saat pimpin distribusi zakat 200 ton beras
Pekalongan, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jawa Tengah, KH Zakaria Ansor menuturkan, kegiatan setiap malam Idul Fitri Habib Luthfi bin Yahya yang juga Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) bukan kegiatan yang serba tiba-tiba.

"Akan tetapi melalui proses yang cukup panjang yang dengan telaten dilakukan Habib Luthfi setiap malam Idul Fitri tiba," ujarnya kepada NU Online, di Pekalongan, Ahad (9/3).

Dijelaskan, pada malam Idul Fitri kemarin 1440 H misalnya, ada 200 ton beras dibagikan oleh Abah (panggilan akrab Habib Luthfi-red) pada masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, khususnya panti-asuhan, yayasan, pondok pesantren, dan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan. 

"Juga para terdampak bencana seperti rob, para janda, dan dhuafa yang pendistribusiannya itu dikawal oleh berbagai komponen masyarakat dari ormas seperti NU, Ansor, Banser, Laskar Merah Putih, SAR, santri juga TNI /Polri. Mereka semua kompak dan saling bahu-membahu. Sebuah keindahan tersendiri menyaksikan kebersamaan semua komponen di puncak malam Idul fitri," tutur Kiai Zakaria yang juga murid Habib Luthfi.

Dikatakan, dirinya menyaksikan sendiri bagaimana Habib Luthfi setiap malam Idul Fitri tidak berdiam diri di rumah, akan tetapi keliling dari kampung ke kampung menghimpun dan menyalurkan zakat fitrah. Meski semua itu tidak berjalan serta merta, akan tetapi melalui proses panjang pula.

"Dulu setiap menjelang lebaran, Abah Luthfi membagikan semacam girik ke pos-pos termasuk lingkungan di Kelurahan Medono yang kemudian oleh ayah saya girik itu dibagikan pada mereka yang ingin menyalurkan fitrah pada aitam yang dikordinir Abah Luthfi. Alhamdulillah lingkungan kami terkondisi dan selalu ada yg mengalokasikan bagian fitrah keluarganya untuk di salurkan melalui Habib Luthfi

Dijelaskan Kiai Zakaria, di setiap malam hari raya Habib Luthfi selalu menyempatkan keliling ke pos-pos dengan menggunakan mobil bak terbuka, termasuk ke rumah ayah Kiai Zakaria untuk mengambil beras yg sudah terkumpul untuk selanjutnya didistribusikan ke rumah aitam. 

"Pada waktu itu belum ada keterlibatan ormas maupun TNI Polri. Biasanya beliau dengan mengenakan topi laken dan bercelana jin bergabung dengan santri-santri berdiri di mobil bagian belakang," paparnya.

Itulah lanjutnya, sekilas dari awal perjalanan kegiatan malam Idul Fitri yang secara rutin dilakukan oleh Habib Luthfi bin Yahya yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Dunia dari tahun ke tahun. Setapak demi setapak, dimulai dari apa yang mampu untuk diberikan sampai kemudian menjadi 200 ton pada tahun 1440 Hijriyah dengan keterlibatan berbagai komponen masyarakat, TNI, dan Polri.

"Semoga kita sebagai santri beliau dapat menauladani kepedulian, kepekaan, dan semangat Habib Luthfi dalam berkiprah di tengah masyarakat dalam segala kondisi dan kemampuan yang ada," pungkasnya. (Muiz)