::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua NU Jatim Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu

Selasa, 11 Juni 2019 08:00 Nasional

Bagikan

Ketua NU Jatim Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu
KH Marzuki Mustamar di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Surabaya, NU Online
Momentum Idul Fitri hendaknya menjadi sarana bagi seluruh elemen bangsa untuk menjadi manusia seutuhnya. Jangan sampai ada yang melukai, mendzalimi kalangan tertentu dan memangsa orang lain. Persatuan bangsa Indonesia menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga bersama.

Penegasan ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat acara  halal  bi halal di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Senin (10/6).

Menurut kiai kelahiran Blitar itu,  setiap ucapan dan tindakan akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti. “Sehingga saat masuk surga, setiap yang didzalimi akan didatangkan kepada orang tadi untuk diminta pertanggung jawaban,” katanya.Maka  berhati-hatilah, jangan sampai mendzalimi orang lain, lanjutnya di hadapan civitas akademika.

Bagi dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini, salah satu yang harus memberikan teladan bagi persatuan umat adalah NU dan Muhammadiyah. 

"Jika NU dan Muhammadiyah bisa besanan, bisa rangkul-rangkulan, bisa bersatu, tidak saling menyalahkan, insyaallah separuh permasalahan umat Islam selesai, dan akan sulit diadu domba," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang tersebut. 

Pada saat yang sama, bangsa Indonesia juga menghadapi sejumlah persoalan imbas dari era keterbukaan dan demokrasi. Dengan demikian tidak mungkin membendung informasi yang demikian deras. Apalagi kebebasan bersarikat juga dijamin undang-undang. 

Dalam pandangan Kiai Marzuki, di Indonesia banyak kelompok yang ingin mendirikan negara Islam sesuai model masing-masing. Keberadaan mereka sebagai ancaman yang nyata dan tentu saja membahayakan masa depan Negara Kesatuan Republik Indoensia atau NKRI.

“Hal itu merupakan ancaman nyata bagi keutuhan Republik Indonesia, sehingga keinginan tersebut harus dihentikan dan salah satu cara mengantisipasinya dengan cara dimulai dari NU dan Muhammadiyah yang bersatu dan saling mendukung satu dengan lain,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh  Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem KH Zaim Ahmad Ma’shum. Menurutnya, Indonesia memiliki budaya toleransi sangat tinggi. Sehingga semua elemen bangsa ini harus dapat menjaganya dengan baik.

"Persatuan dan kesatuan ini harus kita jaga dengan sebaik baiknya," ungkap Kiai  Zaim. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)