::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Aab: Warga NU Jember Tak Boleh Golput di Pilbup Nanti

Rabu, 12 Juni 2019 12:00 Daerah

Bagikan

Gus Aab: Warga NU Jember Tak Boleh Golput di Pilbup Nanti

Jember, NU Online
Kendati pemilihan bupati (Pilbup) Jember masih tinggal satu tahun lagi, namun aroma keriuhan pesta demokrasi itu sudah mulai terasa saat ini. Bahkan sejumlah elemen telah mengelus nama yang akan diusung dalam kontestasi Pilbub nanti.

NU sebagai ormas terbesar dengan ‘afiliasi’ politik yang cukup signifikan perolehan kursinya di DPRD Jember,  tentu tak boleh pasif. Sebab meskipun bukan organisasi politik, tapi kekuatan politik NU cukup besar.

“Warga NU harus aktif.. Tidak boleh Golput karena politik juga untuk kemashlahatan bangsa,” tukas Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin kepada NU Online saat menerima kunjungan silaturrahim sejumlah pengurus lembaga NU di kediamannya, Kaliwates, Jember, Senin (10/6) malam.

Menurutnya, pengurus dan warga NU tidak ada larangan untuk berpolitik. Mereka mempunyai hak politik yang sama dengan warga yang lain. Gus Aab mengakui banyak pihak yang sengaja meniupkan kabar menyesatkan bahwa pengurus NU tak boleh berpolitik, karena harus taat khittah.

“Khittah yang mana yang tidak membolehkan pengurus NU berpolitik. Tidak ada.  Yang penting 'kan tidak membawa nama organisasi (NU). Kalau secara individu, silahkan berpolitik. Tidak ada masalah,” jelasnya.

Gus Aab menjelaskan, NU Jember punya banyak kader mumpuni yang bisa jadi pemimpin daerah. Kader NU bertebaran di mana-mana dalam berbagai posisi dan profesi, baik di tingkat regional maupun nasional. Namun untuk menghadapi Pilbub Jember tahun depan, ia menginginkan hanya ada satu calon dari (kader) NU. Hal ini agar suara NU bulat untuk memenangkan calon tersebut. Soal mekanisme rekrutmen pancalonannya, ia mempersilahkan partai politik berbasis NU berembug.

“NU bukan partai politik, tidak bisa mencalonkan orang.  Tapi NU punya kekuatan politik yang ril,” jelasnya. (Aryudi AR).