::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kementan Beri Bantuan untuk Korban Banjir Sultra

Kamis, 13 Juni 2019 16:02 Nasional

Bagikan

Kementan Beri Bantuan untuk Korban Banjir Sultra

Jakarta , NU Online
Curah hujan tinggi yang menerjang Sulawesi Tenggara menyebabkan banjir di sejumlah titik wilayah Kabupaten. Hingga kini, dampak tersebut mengakibatkan ratusan hektare sawah dan lahan pertanian lain mengalami gagal panen.

Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung bergerak cepat. Dalam kunjungannya ke Sulawesi Tenggara, Amran membawa bantuan total Rp. 12 milyar, yang merupakan  hasil sumbangan internal pegawai, mitra dan anggaran program dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Begitu kita mendengar bencana di Sulawesi tenggara. Saya langsung minta seluruh jajaran di Kementan untuk bergerak cepat. Alhamdullilah, dalam waktu yang singkat terkumpul uang sebanyak Rp. 12,5 milyar. Sementara kita baru bawa Rp. 4,2 milyar," ujar Mentan Amran, Kamis (12/6).

Menurut Amran, bantuan lain yang juga akan segera diberikan adalah bantuan benih padi, jagung dan kedelai. Dia berharap, seluruh bantuan tersebut mampu meringankan beban para petani dalam melakukan produksi.

"Khusus untuk Bulog, saya tidak mau dengar kalau di sini kehabisan beras. Saya sudah perintahkan agar mereka langsung kirim. Soal laporannya belakangan saja. Ini menyangkut pangan dan sandang untuk korban bencana," katanya.

Amran menambahkan, masyarakat yang berada di pengungsian juga tidak perlu khawatir dengan kekurangan beras.  Sebab, Pemerintah melalui Kementan sudah memastikan bahwa kebutuhan tersebut dalam kondisi aman.

"Tidak ada masalah karena kita memiliki stok 2,3 juta ton stok beras. Panen kita juga sangat bagus. Makanya stok kita di gudang masih aman," katanya.

Seperti diketahui, dalam bencana ini Pemprov Sulawesi Tenggara  menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari kedepan. Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dalam kesempatan itu meminta bantuan pemerintah pusat untuk mengirimkan kebutuhan masyarakat.

"Kami mengapresiasi pak gubernur karena beliau bergerak cepat. Tentu kita harapkan semua ikut bahu membahu membantu saudara saudara di pengungsian. Insyaallah kita terus menerus menggalang bantuan," terang Amran.

Dalam kesempatan ini, Amran juga menyempatkan diri meninjau lokasi lahan dan infrastruktur pertanian yang terdampak gempa dan tsunami. Kementan bahkan menyatakan sudah mendirikan posko yang tersebar di Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan. Posko ini didirikan untuk mengidentifikasi dan merehabilitasi seluruh sektor pertanian.

"Kita juga sudah siapkan program asuransi untuk membantu dan meringankan kerugian petani selama bercocok tanam tahun ini," tukasnya. (Red:Aryudi AR).