::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ratusan Banser Jatim Kawal Sidang Pencemaran Nama Baik NU

Kamis, 13 Juni 2019 17:45 Nasional

Bagikan

Ratusan Banser Jatim Kawal Sidang Pencemaran Nama Baik NU
Banser dan Ansor di halaman PN Surabaya.
Surabaya, NU Online
Ada nuansa berbeda pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur yang berlangsung hari ini, Kamis (13/6). Setidaknya 300 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berada di halaman dan ruang sidang. Mereka hadir lantaran mengawal kiai yang dihadirkan sebagai saksi.

“Hari ini kami hadirkan ratusan personel Banser untuk ikut mengawal sidang yang sudah sampai pada mendengar keterangan saksi,” kata Yunianto Wahyudi.

Seperti diketahui, sidang kali ini untuk kali kesekian atas terdakwa pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU), Ansor dan Banser yang dilakukan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.
 
Kepala Satkorwil Banser Jatim tersebut mengatakan kehadiran ratusan personel Banser untuk mengawal persidangan. “Karena salah satu saksi yang dihadirkan adalah kiai NU,” ungkap Masteng, sapaan akrabnya.

Memang kesaksian hari ini menghadirkan sejumlah kiai NU, salah satunya KH Nuruddin A Rahman (Kiai Nuruddin) dari Bangkalan. “Kiai Nuruddin adalah Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, kehadiran ratusan Banser lantaran sebagai inisiatif terhadap kiai yang memperjuangkan farkat dan martabat NU. “Maka kita punya kewajiban mengamankan para kiai," kata Yunianto di PN Surabaya. 

Tidak hanya hari ini, pada sidang berikutnya akan juga menghadirkan pasukan Banser dan Ansor. “Kami bakal selalu mengawal proses persidangan saat kiai dan pengurus NU menjadi saksi,” tegasnya. 

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi Ansor dan Banser untuk mengawal para ulama, termasuk saat menghadiri persidangan. “Kita ingin memberi support kepada beliau apapun risikonya, apa yang beliau sampaikan kita akan backup penuh. Karena kita adalah Banser. Karena Banser adalah bentengnya ulama. Maka kita punya kepentingan moral positif," ujarnya.


KH Nuruddin A Rahman (tengah) bersama pengacara dan Ansor di ruang sidang PN Surabaya.

Pantauan di lokasi, sekitar 20 massa pendukung Sugi Nur Raharja yang berasal dari Front Pembela Islam sudah berada di dalam PN Surabaya. 

Kendati demikian, Masteng memastikan tidak akan ada bentrokan antara kedua pendukung. “Kami jamin suasana aman,” tandasnya.

Sugi Nur Raharja didakwa melakukan pencemaran nama baik terhadap NU melalui video blog berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat'.

Dalam dakwaan sebelumnya, disebut rekaman video yang diunggah berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat' di akun YouTube Munjiat Channel telah ditonton sebanyak 22.213 kali. 

Video itu, dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Generasi Muda dan Ormas NU. Pada kasus ini, ia didakwa atas Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Ibnu Nawawi)