::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bantuan untuk Lembaga Pendidikan Harus Diterima Utuh

Sabtu, 15 Juni 2019 22:00 Daerah

Bagikan

Bantuan untuk Lembaga Pendidikan Harus Diterima Utuh
Rais Aam di depan kantor PCNU Jombang.
Jombang, NU Online
Sebenarnya banyak bantuan dana dan barang yang diberikan kepada lembaga pendidikan. Namun tidak sedikit oknum yang memanfaatkannya untuk mencari keuntungan. Madrasah dan pesantren harus berani menolak bila mendapati modus  seperti ini.

Penegasan disampaikan KH Salmanuddin Yazid saat menerima sejumlah tamu di kediamannya, Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

“Kalau ada yang menawari bantuan, hendaknya seluruh dana dapar diterima secara utuh tanpa ada yag dipotong,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang ini, Jumat (14/6).

Gus Salman, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa selama ini kerap terdengar dan bahkan menjadi rahasia umum kalau menerima bantuan dana, maka akan dipotong dengan alasan tertentu.

“Lembaga pendidikan itu bukan perusahaan yang bisa menerima bantuan dengan kompensasi ada pengurangan dari ketentuan yang telah diputuskan,” tegasnya.

Karenanya, alumnus Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, Tebuireng, Jombang ini mengajak para pengelola lembaga untuk menolak tawaran bantuan dari siapa pun yang justru akan melakukan pengurangan bantuan. 

“Lebih baik ditolak, karena itu tidak dibenarkan serta jauh dari keberkahan,” tegasnya.

Mantan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang tersebut menceritakan pernah mengalami peristiwa tersebut. “Dari salah satu kementerian, namun saya tolak lantaran dana tidak sesuai dengan jumlah yang tertera dalam surat yang ada,” ungkapnya.

Hal itu pula yang hingga kini dipegangnya. “Siapa saja yang menawari bantuan dengan skema harus lewat pemotongan dana, maka pasti akan saya tolak,” urainya.

Dalam pandangannya, di samping masalah legalitas, yang harus diingat adalah perilaku mengurangi dana bantuan sebagai tindakan tidak berkah. “Pasti tidak akan barokah karena yang diterima tidak sesuai dengan jumlah yang ada,” katanya.

Konsistensi itu pula yang diberlakukan Gus Salam untuk PCNU di Jombang. “Tidak hanya untuk pesantren dan madrasah yang ada di sini, di NU juga saya berlakukan hal yang sama,” jelasnya kepada sejumlah tamu yang memadati kediamannya.

Menurutnya, menerima bantuan dari berbagai kalangan tidak salah. Namun yang hendaknya diperhatikan adalah ketegasan diri untuk menolak berbagai penyimpangan, termasuk bantuan yang akan diterima.

Apalagi tindakan menoleransi pengurangan bantuan adalah perilaku salah. “Ujungnya juga akan berhubungan dengan penegak hukum,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)