::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pengalaman Ketua LDNU Bali Jadi Khatib di Depan Jokowi

Ahad, 16 Juni 2019 09:30 Daerah

Bagikan

Pengalaman Ketua LDNU Bali Jadi Khatib di Depan Jokowi
Presiden Jokowi usai shalat Jumat di Masjid Agung Al'ala Gianyar, Jumat (14/6).
Gianyar, NU Online
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Provinsi Bali, Ustadz Imaduddin merasa bangga karena dipercaya selaku khatib saat Presiden Joko Widodo melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung Al'ala Gianyar, Bali, Jumat (14/6).

"Tentunya bangga bisa menjadi khatib Shalat Jumat, yang kebetulan bisa dihadiri Presiden," katanya ketika dikonfirmasi NU Online, Sabtu (15/6).

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imaduddin menyampaikan materi khutbah Menuju Ampunan Allah. Inti pesan yang disampaikan adalah Allah tidak akan menerima semua amal ibadah seseorang, jika ia tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.

Ustadz Imaduddin, mengakui Presiden Jokowi adalah sosok sederhana dan penyabar. Hal ini bisa dilihat saat setelah Shalat Jumat, Presiden Jokowi dengan sabar mau menyalami seluruh jamaah.

"Jamaahnya banyak, tapi beliau mau menyalami satu per satu. Jadi usai shalat, Pak Jokowi cukup lama berada di dalam masjid," jelasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Bali pada tanggal 14-15 Juni. Presiden antara lain meninjau renovasi Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar. Kedatangan Jokowi di Pasar Sukawati disambut ratusan warga.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dan jajarannya menemani Jokowi langsung menuju lahan bangunan yang saat ini akan direnovasi. Bupati Mahayastra menyampaikan rencana proyek renovasi Pasar Sukawati tersebut kepada Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster.

Presiden meminta Pasar Sukawati direlokasi untuk sementara selama proses pembangunan ulang. "Tendernya rampung akhir bulan ini dan langsung dikerjakan di lapangan. Ini menggunakan APBN Rp89 miliar, dari APBD Rp3,9 miliar," kata Jokowi.

Presiden berharap proyek akan selesai tahun ini dan akan menjadi pasar yang bersih dan tertata, sehingga pengunjung nyaman berkunjung ke pasar yang 30 tahun lebih berdiri. Presiden menyampaikan sudah sering ke Pasar Sukawati.

"Kalau ke Bali belum ke Sukawati, itu belum ke Bali," ujar Presiden Jokowi.

Pasar Sukawati dengan menampung 1700 pedagang, menurut Jokowi sebagai hal luar biasa. Pasar Sukawati juga menjadi pasar rakyat yang modern, tertata dengan manajemen baik.
 
Program Pasar secara Nasional menurutnya masih sama seperti yang dicanangkan lima tahun lalu. Saat ini sudah ada lebih dari lima ribu pasar besar dibangun; sementara pasar kecil sudah 8.400 pasar dibangun ulang.

"Ke depan masih sama programnya. Pasar tradisional tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan produk-produk dari petani, nelayan, pengrajin. Pasar-pasar di Indonesia harus hidup," tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Jokowi pun menghampiri pedagang pasar dan membeli sejumlah buah-buahan lokal. Seperti salak bali, semangka, jeruk dan buah-buahan lainnya yang langsung dipilah-pilah oleh Ibu Iriana Jokowi. Pedagang dan warga pun berebut ingin berswafoto dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Selain mengunjungi Pasar Sukawati, Presiden juga melakukan pembagian sertifikat tanah di Kabupaten Bangli, serta membuka Pesta Kesenian Bali pada Sabtu (15/6). (Abraham Iboy/Kendi Setiawan)