::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Reza Lirboyo: Orang yang Ngaji tanpa Guru Masuk Surganya Lama

Senin, 17 Juni 2019 00:22 Daerah

Bagikan

Gus Reza Lirboyo: Orang yang Ngaji tanpa Guru Masuk Surganya Lama
KH. Reza Ahmad Zahid
Depok, NU Online
Dalam tradisi keilmuan pesantren, sanad atau ketersambungan ilmu yang didapat seseorang dari gurunya sangatlah penting. 

Sanad menjadi penting karena menyangkut keabsahan ilmu yang didapat. Sanad dengan guru yang dapat dipercaya juga diyakini dapat memberi pertolongan kepada muridnya di akhirat kelak. 

Hal ini ditekankan KH. Reza Ahmad Zahid dalam ceramahnya di hadapan ratusan santri dan alumni Pesantren Lirboyo Al Mahrusiyah di Depok, Jawa Barat, Ahad (16/6). 

Kiai muda yang akrab disapa Gus Reza itu merespons fenomena menjamurnya ustadz yang populer di internet, khususnya situs berbagi video Youtube, yang tidak memiliki ilmu agama yang meyakinkan.

Salah satu sumber dari pemahaman agama yang tidak memadai itu, menurut Gus Reza, karena orang tersebut tidak memiliki sanad keilmuan yang jelas.  Padahal hal ini, lanjut dia, merupakan faktor penting valid tidaknya ilmu yang dimiliki seseorang.

“Mencari ilmu itu harus ada guru. Jangan sampai ketika ditanya gurunya siapa, jawabnya Google,” sindirnya.

Gus Reza, mengutip nasihat KH. Mahrus Ali yang tidak lain kakeknya sendiri, mengatakan syarat mendapat ilmu yang sahih itu ada tiga.

Pertama, gurunya jelas, dalam arti orang yang mengajarkan ilmu itu memiliki pemahaman yang baik dan sanad yang juga jelas.

Kedua, kitab yang dipelajari harus sahih, dikarang oleh orang yang jelas memiliki keilmuan yang mendalam dan, ketiga, orang yang mencari ilmu itu memiliki akal yang cerdas. 

“Guru yang pernah kita berguru kepadanya. Muallif meski kita belajar satu huruf, maka mualif di akhirat nanti akan memanggil kita,” jelasnya.

Di akhirat nanti, kata Gus Reza, orang akan ditanya oleh malaikat siapa yang telah mengajarinya ilmu. Jika orang yang ditanya menjawab dengan jelas nama guru yang memberinya ilmu, guru tersebut akan memberinya syafaat.   

“Orang yang banyak belajarnya dari Google, lama masuk surganya, karena ketika ditanya satu-satu oleh malaikat tidak ada yang mengaku, tidak ada yang namanya Google,” kelakar Gus Reza.  

Pertalian antara guru dan murid menurut Gus Reza penting untuk terus dijaga. Karenaya dia mengaku selalu bersemangat untuk terus menghadiri pertemuan dengan murid-muridnya di berbagai daerah, seperti pertemuan dengan alumni Ikatan Keluarga HM Al Mahrusiyah Lirboyo (Istikmal) cabang Jabodetabek siang itu. (Sueb W/Zunus)